INVESTORBISNIS.COM – Exchange Trade Fund (ETF) masih belum sefamilier saham, reksadana atau produk investasi lainnya.
ETF mirip dengan reksa dana karena juga berisi kumpulan saham atau obligasi. Bedanya, ETF diperdagangkan di bursa layaknya saham individu.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur Cita Mellisa mengatakan, ETF sering disebut sebagai “anak emas” di dunia investasi, karena menggabungkan kemudahan jual beli saham dengan diversifikasi yang ditawarkan reksa dana.
“Secara sederhana, ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli,” kata Cita saat Workshop Wartawan Daerah KP BEI Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).
Berbeda dengan reksa dana konvensional yang unitnya diperjualbelikan melalui manajer investasi atau agen penjual, ETF diperdagangkan seperti saham biasa.
Artinya, kita bisa membeli dan menjual ETF sepanjang jam perdagangan bursa melalui sekuritas atau broker yang kamu gunakan.
“ETF dikelola oleh manajer investasi yang bertanggung jawab untuk menyusun portofolio aset di dalamnya,” lanjutnya.
Aset ini bisa berupa saham, obligasi, komoditas, atau aset lainnya yang dikumpulkan menjadi satu paket.
Tujuan utama ETF adalah untuk mereplikasi kinerja indeks tertentu, seperti indeks saham (contoh LQ45, IDX30), indeks obligasi, atau indeks komoditas.
“Misalnya, ada ETF yang dibuat untuk meniru pergerakan indeks LQ45. Ketika membeli satu unit ETF ini, secara tidak langsung kita memiliki sebagian kecil dari 45 saham yang ada di dalam indeks LQ45,” jelasnya.
Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira mengatakan ETF sudah diperkenalkan pertama kali pada 1976 namun baru mulai di Indonesia pada 2007.
Dengan membeli satu unit ETF berarti kita secara langsung berinvestasi di banyak aset sekaligus.
“Ini membantu mengurangi risiko karena performa satu aset tidak akan terlalu mempengaruhi keseluruhan portofolio kamu,” ujarnya.
Marco menjelaskan, kita bisa membeli dan menjual ETF kapan saja selama jam perdagangan bursa.
Ini memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana yang hanya bisa dibeli atau dijual sekali sehari.
Portofolio ETF biasanya diperbarui setiap hari dan informasinya tersedia secara publik.
“Kita bisa melihat aset apa saja yang ada di dalamnya, sehingga kamu tahu persis apa yang kamu milik,” sambungnya.
Ditambahkan Cita, ETF adalah instrumen investasi yang efisien dan fleksibel.
Dengan kemampuannya untuk menawarkan diversifikasi instan dan biaya yang relatif rendah, ETF menjadi pilihan yang sangat menarik bagi investor yang ingin membangun portofolio investasi yang kuat.
“ETF menjadi alternatif instrumen investasi yang cocok bagi investor pemula. ETF juga mulai dilirik oleh generasi mud akita,” pungkasnya. (AWA)













