Bisnis

Realisasi Investasi KEK di Januari–September 2026 Capai Rp 46 Triliun

231
×

Realisasi Investasi KEK di Januari–September 2026 Capai Rp 46 Triliun

Sebarkan artikel ini
MENDUNIA: KEK Pariwisata dan Kesehatan di Batam. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai instrumen strategis untuk menarik investasi, memperluas lapangan kerja, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Airlangga mengatakan, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, periode triwulan IV/2024 hingga triwulan III/2026, berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi nasional mencapai Rp 3.932 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 5,4 juta orang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada tingkat kawasan, realisasi investasi kumulatif KEK hingga 30 September 2026 mencapai Rp 382,1 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 302.262 orang.

“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” ujar Airlangga dikutip Minggu (25/10/2026).

Sepanjang Januari–September 2026, realisasi investasi KEK mencapai Rp 46 triliun atau sekitar 67 persen dari target tahunan sebesar Rp 69,1 triliun.

Capaian tersebut disertai penambahan tenaga kerja sebanyak 53.190 orang. Capaian ini menjadi landasan untuk terus memperkuat pengembangan kawasan dan mengoptimalkan potensi investasi di berbagai sektor.

Capaian investasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat peran KEK sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berdaya saing.

Optimalisasi kawasan dilakukan melalui pengembangan sektor-sektor unggulan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan keterkaitan antara investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Di sektor kesehatan, KEK berpotensi menekan aliran devisa ke luar negeri melalui penyediaan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri. “Dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK-KEK yang ada,” ujar Airlangga.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan, pengembangan KEK kesehatan juga dapat mendorong investasi industri alat kesehatan dan farmasi serta memperkuat transfer pengetahuan dari dokter asing kepada tenaga medis Indonesia.

READ  Bank Indonesia Ungkap Alasan Tahan BI Rate di 5,75 Persen

Pada sektor pariwisata, penguatan daya tarik kawasan dilakukan melalui kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, penyelenggaraan acara, promosi, serta pengembangan wellness tourism dan wisata bahari.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk mendukung pengembangan enam KEK pariwisata. “Kami dari Kementerian Pariwisata telah mendukung enam KEK pariwisata dan kami siap berkolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, di sektor industri, ekspansi kawasan menjadi salah satu upaya untuk memperbesar kapasitas investasi dan memperkuat daya saing.

Airlangga menyebut sejumlah KEK tengah mempersiapkan ekspansi usaha.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza turut menekankan pentingnya penguatan standar layanan dan fasilitas agar KEK dapat menjadi tolok ukur bagi kawasan industri lainnya.

Penguatan investasi juga perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong KEK menjadi talent engine yang mengintegrasikan kebutuhan industri dengan pendidikan, pelatihan vokasi, dan program magang.

“Selain itu tadi kita juga berdiskusi bagaimana kami punya mimpi juga KEK ini akan menjadi talent engine untuk SDM unggul masa depan Indonesia,” ujarnya.

Melalui penguatan sektor unggulan, peningkatan daya saing kawasan, dan pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri, KEK diharapkan mampu memperbesar realisasi investasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. (PEQ)