Keuangan

Cicilan dan Bunga Utang Kopdes Merah Putih ke Himbara Jatuh Tempo Akhir September 2026, Purbaya Siapkan Skema Ini

232
×

Cicilan dan Bunga Utang Kopdes Merah Putih ke Himbara Jatuh Tempo Akhir September 2026, Purbaya Siapkan Skema Ini

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ruang fiskal Indonesia tetap terjaga kuat.

Ditopang oleh kinerja penerimaan negara yang meningkat serta pengelolaan belanja yang terkendali dan semakin produktif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Purbaya mengatakan, hingga akhir Juli 2026, penerimaan perpajakan menunjukkan kinerja positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2026 tercatat sekitar 0,9 persen.

Hal ini menunjukkan ruang fiskal yang masih cukup kuat untuk mengantisipasi berbagai dinamika perekonomian ke depan.

“Tax collection sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30 persen dibanding tahun lalu. Jadi penerimaan kita kuat. Ruang fiskal juga masih terbuka lebar, cukup kuat. Kalau kita lihat defisit sampai akhir Juli baru 0,9 persen defisitnya,” ungkap Purbaya dikutip Minggu (6/9/2026).

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan, penguatan penerimaan tersebut berhasil dilakukan tanpa menaikkan tarif maupun mengenakan jenis pajak baru.

Alih-alih, pemerintah memilih untuk mengoptimalkan penerimaan melalui perbaikan sistem dan peningkatan kinerja.

“Memang penerimaan kita di atas perkiraan semula, dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate. Tarif pajaknya tidak naik, tidak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja pegawai (Ditjen) Pajak. Sekarang pajak sudah lebih baik kinerjanya, Bea Cukai juga sama. Makanya, saya bisa dapat angka penerimaan yang tinggi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Purbaya, implementasi Coretax juga telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penerimaan.

“Meskipun sempat menghadapi berbagai kendala pada tahap awal implementasi, penyempurnaan Coretax yang terus dilakukan memungkinkan sistem dapat berjalan semakin baik,” ujarnya.

Dari sisi belanja, menurut Purbaya, pemerintah terus memastikan agar APBN digunakan secara efektif untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

READ  Enam Bulan Kerja, Satgas Pertumbuhan Ekonomi Amankan Investasi USD 30 Miliar

Pemerintah, lanjutnya, akan mengendalikan belanja yang tidak diperlukan dan mengalihkannya untuk belanja yang lebih produktif.

Pada saat yang sama, APBN juga tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber, termasuk melalui subsidi untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia.

“Kita kendalikan belanja-belanja yang tidak perlu dan kita arahkan untuk belanja yang produktif. Sementara itu, daya beli masyarakat tetap kita jaga, termasuk dengan menyerap dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi,” ujar Purbaya.

Selain itu, efisiensi juga akan diterapkan pada pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, pemerintah terus mendorong peningkatan efisiensi melalui perbaikan tata kelola dan pemanfaatan teknologi.

Kementerian Keuangan pun turut dilibatkan dalam mendukung pengawasan pelaksanaan program tersebut melalui pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 40 triliun untuk pembayaran cicilan dan bunga ke Himpunan Bank Negara (Himbara).

“Untuk KDMP kita sudah sediakan uang Rp 40 triliun, sudah siap dari awal tahun itu, untuk membayar cicilan dan bunganya. Jadi September ini akan jatuh tempo, saya pastikan uangnya siap untuk dibayar sehingga perbankan tidak goncang,” ungkapnya.

Dengan penerimaan yang kuat dan belanja yang terkendali tersebut, Purbaya meyakini APBN dapat dijaga tetap sehat dan responsif untuk mengantisipasi berbagai ketidakpastian sekaligus menjaga daya beli masyarakat, mendukung program prioritas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (QIB)