HeadlineKeuangan

Penjelasan Purbaya soal Postur RAPBN 2027

386
×

Penjelasan Purbaya soal Postur RAPBN 2027

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global yang masih diwarnai ketidakpastian.

Termasuk eskalasi ketegangan geopolitik dan koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh sejumlah lembaga internasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Untuk tahun 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5 persen.

“RAPBN 2027 dirancang untuk mendukung delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan, ” kata Purbaya dikutip Minggu (30/8/2026).

Selain itu, Purbaya memaparkan bahwa Pendapatan Negara RAPBN 2027 diproyeksikan tumbuh solid mencapai Rp 3.426,0 triliun, atau naik 6,8 persen dibandingkan Outlook 2026.

“Kenaikan didukung penguatan kepatuhan pajak dan perluasan basis penerimaan,” sambungnya.

Sejalan dengan itu, Belanja Negara direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, tumbuh 3,9 persen, untuk mendukung Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 3.362,2 triliun dan Transfer ke Daerah sebesar Rp735,0 triliun, guna mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.

Purbaya menegaskan bahwa RAPBN 2027 dirancang untuk mewujudkan perekonomian yang tumbuh lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat, didukung strategi fiskal yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan.

“RAPBN 2027 akan terus dijaga sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui peningkatan pendapatan negara, peningkatan belanja yang makin berkualitas dan efisien, serta pembiayaan anggaran yang inovatif dan prudent,” ungkap Purbaya. (KSG)

READ  Menkeu Purbaya Tertibkan Pejabat Pajak Usai Pembenahan Bea Cukai