Headline

Jumlah Model Dipangkas, VW Akan PHK 100.000 Karyawan

337
×

Jumlah Model Dipangkas, VW Akan PHK 100.000 Karyawan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri otomotif dunia masih terus berjalan.

Volkswagen (VW) mengumumkan akan melakukan PHK terhadap 100.000 karyawannya pada akhir dekade ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Keputusan drastis tersebut terpaksa diambil setelah perusahaan dihantam keras oleh tarif impor Amerika Serikat (AS) dan persaingan sengit dari rival-rival asal China.

Bahkan manajemen dan serikat pekerja raksasa otomotif asal Wolfsburg, Jerman, itu telah menyepakati rencana pemotongan biaya besar-besaran dengan memangkas 50.000 posisi tambahan pada tahun 2030, sehingga total PHK yang direncanakan mencapai 100.000 orang.

Jumlah model mobil yang diproduksi oleh grup Volkswagen, yang juga menaungi merek Bentley dan Audi, pun akan dipangkas hingga setengahnya.

CEO Volkswagen, Oliver Blume, sebelumnya sempat disoraki oleh para staf pada bulan lalu selama tur di kantor pusat perusahaan di Wolfsburg saat berdialog mengenai tantangan keuangan.

Saat itu, rencana restrukturisasi ini belum disetujui oleh dewan pengawas yang mewakili tenaga kerja dan pemegang saham.

Namun pada Kamis (3/9/2026), perusahaan memastikan bahwa dewan yang kuat tersebut kini telah memberikan lampu hijau sepenuhnya.

“Dewan pengawas telah dengan suara bulat menyetujui rencana masa depan dewan eksekutif yang disajikan hari ini. Ini adalah sinyal kuat untuk masa depan grup Volkswagen,” ungkapnya dikutip dari CNBC, Jumat (4/9/2026).

Total 100.000 posisi yang dieliminasi ini akan menjadi restrukturisasi terbesar yang pernah dilakukan dalam industri otomotif global.

Angka tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total 650.000 karyawan Volkswagen di seluruh mereknya, yang juga mencakup Skoda, Seat, Porsche, Cupra, dan Lamborghini.

Selain pemangkasan tenaga kerja besar-besaran, manajemen dan serikat pekerja juga sepakat bahwa masa depan empat pabrik di Jerman yakni di Hanover, Emden, Zwickau, dan Neckarsulm tidak dapat dijamin kelangsungannya memasuki tahun 2030-an dan berpotensi ditutup secara permanen dalam delapan tahun ke depan.

READ  Dua Kelompok Akan Gelar Aksi di Gedung DPR RI, Polisi Siapkan Pengamanan

Tekanan berat yang dialami Volkswagen sejatinya tak terlepas dari tren penurunan laba dan masalah kelebihan produksi di Eropa yang telah membayangi selama bertahun-tahun.

Persaingan dengan merek China di Eropa maupun di Negeri Tirai Bambu sendiri telah menjadi salah satu katalis buruk performa raksasa otomotif Jerman ini.

Persoalan serupa juga dialami pabrikan otomotif Jerman lainnya seperti BMW.

Perusahaan asal Munich itu terpaksa memangkas panduan laba tahun ini akibat gangguan rantai pasokan dari perang Iran dan sulitnya menembus pasar domestik China. (JQA)