Headline

Lima Negara Penyumbang Surplus Perdagangan Nonmigas Indonesia di Januari-Juli 2026

354
×

Lima Negara Penyumbang Surplus Perdagangan Nonmigas Indonesia di Januari-Juli 2026

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencatatkan surplus sebesar USD 0,12 miliar.

Kinerja Juli 2026 tersebut ditopang perdagangan nonmigas yang mencatat surplus USD 3,10 miliar, dan mampu mengimbangi defisit perdagangan migas USD 2,98 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kinerja ekspor nonmigas yang tetap tumbuh ini turut memperkuat perdagangan Indonesia di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso (Busan), mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Juli 2026 menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia yang tetap terjaga.

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekspor Indonesia yang mencapai 2,98 persen dibandingkan Juni 2026 (MoM), sementara ekspor nonmigas meningkat 4,25 persen dibandingkan Juni 2026 (MoM).

“Surplus perdagangan pada Juli 2026 menunjukkan kinerja ekspor Indonesia tetap terjaga. Diversifikasi pasar dan komoditas ekspor perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusi perdagangan nonmigas. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang di berbagai pasar tujuan serta memperluas pasar ekspor produk Indonesia,” ujar Busan dikutip Kamis (3/9/2026).

Sementara itu, secara kumulatif, pada periode Januari–Juli 2026, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan USD 3,70 miliar.

Surplus kumulatif tersebut berasal dari surplus perdagangan nonmigas USD 22,45 miliar, yang mengimbangi defisit perdagangan migas USD 18,75 miliar.

Berdasarkan negara mitra dagang, Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar pada periode Januari–Juli 2026 dengan nilai USD 12,81 miliar.

Surplus nonmigas terbesar selanjutnya berasal dari India sebesar USD 7,96 miliar, Filipina USD 4,72 miliar, Malaysia USD 3,39 miliar, dan Vietnam USD 2,95 miliar.

Sementara itu, negara yang mencatatkan defisit nonmigas terdalam adalah Tiongkok sebesar USD 17,67 miliar, diikuti Australia USD 4,41 miliar, Prancis USD 1,72 miliar, Kanada USD 1,08 miliar, dan Federasi Rusia USD 1,00 miliar.

READ  Rp900 Miliar Dikucurkan untuk Pemulihan Fasilitas Umum Pasca Aksi Massa

Dari sisi komoditas, surplus perdagangan nonmigas periode Januari–Juli 2026 terutama berasal dari lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) USD 20,96 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) USD 16,39 miliar, serta besi dan baja (HS 72) USD 10,32 miliar.

Di sisi lain, pada Juli 2026, ketiga kelompok komoditas tersebut juga menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan total USD 7,90 miliar. (IPS)