HeadlineUmum

Elpiji 3 Kg Kosong di Sejumlah Pangkalan Banyuwangi, Ini Penyebabnya

216
×

Elpiji 3 Kg Kosong di Sejumlah Pangkalan Banyuwangi, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi

INVESTORBISNIS.COM – Pasokan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Banyuwangi mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Kendala teknis distribusi menuju Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) membuat sejumlah pangkalan dan subpangkalan, terutama di kawasan pusat kota, kehabisan stok.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan gas bersubsidi untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha. Kelangkaan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Banyuwangi, sejak akhir pekan lalu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Salah seorang warga Kelurahan Sobo, Udin, mengaku harus berkeliling ke sejumlah pangkalan untuk mendapatkan elpiji 3 kg. Selama dua hari terakhir, ia telah mendatangi sekitar 10 pangkalan dan subpangkalan, namun tidak menemukan stok.

“Stok kosong semua. Saya keliling ke sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua,” kata Udin, Rabu (2/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan Sofyan, pedagang kopi di Kelurahan Tamanbaru. Ia mengaku kehabisan elpiji 3 kg untuk menjalankan aktivitas usahanya. Namun, upayanya mencari tabung pengganti di sejumlah pangkalan juga tidak membuahkan hasil.

“Kosong semua. Akhirnya saya tidak jadi beli,” ujar Sofyan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Heni Sugiharti menjelaskan, gangguan pasokan tersebut disebabkan kendala teknis dalam proses pengisian tangki dan distribusi elpiji menuju SPBE di Banyuwangi.

Gangguan tersebut membuat penyaluran elpiji dari SPBE menuju pangkalan tidak berjalan normal. Akibatnya, stok di sejumlah pangkalan cepat habis karena pasokan yang masuk tidak sesuai kebutuhan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina mulai mendatangkan tambahan pasokan elpiji dari Gresik. Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat normalisasi distribusi.

“Hari ini informasi dari Pertamina ada delapan tangki yang didatangkan dari Gresik dengan kapasitas per tangki 15 ribu kilogram untuk pengisian 3.920 tabung LPG 3 kilogram,” kata Heni.

READ  Peran Vital STS Kalbut, Pertamina Pastikan Distribusi LPG Tetap Aman

Meski tambahan pasokan telah didatangkan, Heni mengakui jumlah tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan elpiji 3 kg masyarakat Banyuwangi.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Pertamina terus melakukan upaya penambahan pasokan dan kuota untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi kembali berjalan normal.

“Kami terus berupaya agar kuota untuk Banyuwangi dapat segera terpenuhi,” ujar Heni.

Pemerintah juga berharap tambahan pasokan tersebut dapat segera disalurkan ke pangkalan dan subpangkalan sehingga masyarakat kembali memperoleh elpiji 3 kg dengan lebih mudah. Normalisasi distribusi menjadi perhatian agar gangguan pasokan tidak berlarut dan tidak menghambat aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha kecil di Banyuwangi. (KRO)