Bisnis

Pelanggan PLN Bertambah 3,58 Juta selama Semester I/2026

354
×

Pelanggan PLN Bertambah 3,58 Juta selama Semester I/2026

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pada semester I/2026, PLN berhasil mencatatkan jumlah pelanggan sebanyak 97,98 juta pelanggan atau bertambah 3,58 juta pelanggan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, PT PLN berhasil menjaga kinerja perusahaan yang solid pada semester I/2026.

Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 327,15 triliun atau tumbuh 16,05 persen dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp 281,89 triliun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pertumbuhan pendapatan tersebut mengantarkan PLN membukukan laba usaha sebesar Rp 26,17 triliun pada semester I/2026.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global.

Berbagai langkah tersebut mendukung dunia usaha dan masyarakat untuk tetap produktif sehingga kebutuhan listrik di berbagai sektor tetap tumbuh.

“PLN akan terus memperkuat keandalan pasokan listrik guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Darmawan dikutip Senin (10/8/2026).

Pertumbuhan kebutuhan listrik tersebut tercermin pada kinerja operasional PLN selama semester I/2026.

PLN mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 162,26 terawatt hour (TWh) atau tumbuh 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan tenaga listrik tersebut ditopang oleh kinerja positif di seluruh segmen pelanggan.

Segmen rumah tangga membukukan penjualan sebesar 69,01 TWh hingga Juni 2026, atau tumbuh 1,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 67,72 TWh.

Segmen bisnis mencatat penjualan sebesar 32,03 TWh hingga Juni 2026, atau tumbuh 6,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 29,94 TWh.

Sementara itu, segmen industri membukukan penjualan sebesar 47,16 TWh atau tumbuh 3,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 45,73 TWh.

Untuk mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik di berbagai segmen tersebut, PLN terus memperluas akses layanan kelistrikan bagi masyarakat dan dunia usaha.

READ  Harga Cabai Rawit Merah di Surabaya Turun Jadi Rp 41.784 per Kg

Pada semester I/2026, PLN berhasil mencatatkan jumlah pelanggan sebanyak 97,98 juta pelanggan, atau bertambah 3,58 juta pelanggan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

PLN juga mencatatkan daya tersambung pada semester I/2026 sebesar 198.769 megavolt ampere (MVA), atau bertambah 6.148 MVA dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Di luar kinerja operasional tersebut, dinamika nilai tukar di pasar global turut memengaruhi pencatatan keuangan melalui selisih kurs mata uang asing yang membebani Perseroan sebesar Rp 18,50 triliun.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan PLN di berbagai penjuru Tanah Air yang setiap hari menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan PLN atas komitmen, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Darmawan.

Menurut Darmawan, capaian tersebut menjadi bekal penting bagi PLN untuk terus memperkuat transformasi dalam menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan yang semakin kompleks.

“Ke depan, tantangan sektor ketenagalistrikan akan semakin kompleks. Selain menghadapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, PLN juga harus terus beradaptasi terhadap berbagai dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi penyelenggaraan sistem ketenagalistrikan, termasuk meningkatnya risiko gangguan akibat cuaca ekstrem. Karena itu, PLN akan terus memperkuat transformasi, meningkatkan ketangguhan sistem kelistrikan, memperkuat kapabilitas organisasi, serta menjaga keandalan pasokan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Darmawan. (BYP)