Bisnis

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI

295
×

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
PAPARAN KINERJA: President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha saat menyampaikan kinerja perseroan semester I/2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (IST).

INVESTORBISNIS.COM – PT Indosat Tbk kembali membukukan kinerja keuangan dan operasional yang kuat pada semester I/2026.

Tren positif tersebut menunjukkan bagaimana transformasi berbasis artificial intelligence (AI) mampu memperkuat bisnis perseroan saat ini, sekaligus membangun fondasi dari pertumbuhan digital Indonesia ke depan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp 30,7 triliun, meningkat 13,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY).

EBITDA naik 14 persen YoY menjadi Rp 14,6 triliun. Angka tersebut tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan.

Margin EBITDA tumbuh sehat pada 47,6 persen. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk yang dinormalisasi meningkat 49,2 persen YoY menjadi Rp 3,2 triliun.

Didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, AI kini semakin integral dalam pengalaman digital sehari-hari pelanggan.

Melalui berbagai layanan seperti fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express, Indosat menghadirkan pengalaman digital yang lebih produktif, kreatif, dan aman sebagai bagian dari layanan konektivitasnya.

“Berkat pengalaman yang semakin relevan ini, trafik data tumbuh 19,9 persen YoY dan Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen YoY menjadi Rp 46 ribu. Basis pelanggan seluler juga tetap kuat, yang kini berjumlah 93,4 juta pelanggan,” kata Vikram.

Vikram melanjutkan, AI North Star mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.

“Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami,” lanjutnya.

READ  Kenaikan BBM NonSubsidi, Guru Besar Unair Ingatkan Inflasi dan Penyelesaian

“Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia,” sambung Vikram.

Menginvetasikan Keberhasilan Hari Ini untuk Pertumbuhan Masa Depan

Lebih jauh Vikram menjelaskan, kinerja operasional yang kuat memungkinkan Indosat mempercepat investasi yang akan membentuk fase pertumbuhan berikutnya.

Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh, Indosat terus berinvestasi pada kapabilitas yang akan memperluas bisnis teknologinya sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.

“Salah satu pencapaian penting di semester pertama 2026 adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group,” katanya.

Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp 11,7 triliun seraya mengadopsi model bisnis asset-light.

“Langkah ini memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar untuk mempercepat investasi pada peluang pertumbuhan bernilai tinggi yang mendukung transformasi jangka panjang Perseroan,” ujarnya.

Didukung oleh permodalan yang semakin kuat, Vikram menyebut jika Indosat juga terus memperluas bisnis AI Cloud seiring meningkatnya adopsi AI di sektor industri.

Sepanjang I/2026, AI Cloud membukukan pendapatan sebesar USD 33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang mencapai USD 28 juta.

Kinerja ini mencerminkan peningkatan permintaan terhadap infrastruktur AI yang berdaulat, sekaligus semakin menegaskan AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru utama Indosat.

“Untuk mendukung ekosistem AI yang terus berkembang, Indosat juga terus memperkuat konektivitasnya,” tegasnya.

Indosat baru saja memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan seiring kebutuhan akan pengalaman digital berbasis AI yang terus tumbuh.

READ  Belanja Pemerintah Pusat Semester I/2026 Capai Rp 1.298,6 Triliun

Bersama dengan fokus berkelanjutan pada Customer Love, investasi ini akan memungkinkan Indosat menghadirkan pengalaman digital yang lebih andal, cerdas, dan personal, sekaligus membuka peluang monetisasi baru pada layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).

Membangun Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Seiring dengan pengembangan platform pertumbuhan berbasis AI, Indosat berkomitmen untuk terus memastikan bahwa inovasi Perseroan memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Optimalisasi jaringan berbasis AI serta pengelolaan energi yang cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen.

“Komitmen Indosat terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab juga mendapat pengakuan melalui masuknya Perseroan ke dalam ketiga Indeks ESG KEHATI—SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45—untuk periode Juni–November 2026,” jelasnya.

Indosat juga terus berinvestasi dalam masa depan AI Indonesia melalui kemitraan bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dan Wadhwani Foundation, yang salah satunya bertujuan mengembangkan satu juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Berbagai inisiatif ini memperkuat keyakinan Perseroan bahwa kepemimpinan AI jangka panjang harus dibangun di atas inovasi yang bertanggung jawab, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pengembangan talenta yang inklusif.

Ekspansi Desa Indosat Region Jawa Timur

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro mengatakan, sejalan dengan misi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, Indosat Region Jawa Timur mencatatkan peningkatan pemanfaatan layanan data sebesar 9,6 persen YoY pada paruh pertama 2026.

Hingga akhir kuartal II/2026, wilayah ini melayani lebih dari 14 juta pelanggan, menjadikannya basis pengguna Indosat terbesar kedua di Indonesia.

“Hasil positif ini merupakan buah manis dari ekspansi inklusi digital melalui program Desa Terkoneksi,” kata Fahd.

READ  Dominasi Pelaku UMKM, Pemerintah Dorong Produk Lokal Karya Perempuan Tembus Pasar Global

Ditambahkannya, dengan pendekatan turun langsung ke 230 desa di Jawa Timur, serta didukung keandalan hampir 25.000 BTS 4G dan 650 BTS 5G, Indosat membuka akses edukasi digital secara masif.

“Langkah kolaboratif dengan pelaku usaha setempat ini terbukti berhasil menjadi mesin pertumbuhan baru sekaligus penggerak produktivitas warga rural secara berkelanjutan,” pungkasnya. (OPI)