INVESTORBISNIS.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate/MRE) untuk Proyek Porfiri Tembaga-Emas Gua Macan, suatu endapan yang ditemukan melalui kegiatan eksplorasi perseroan di kawasan mineral Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Gua Macan berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo (BSI), yang merupakan salah satu aset pertambangan strategis MDKA di Jawa Timur.
Proyek ini dimiliki sepenuhnya oleh Grup Merdeka melalui entitas anak usahanya.
Pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral ini semakin memperkuat posisi Gua Macan sebagai bagian dari portofolio pertumbuhan jangka panjang tembaga dan emas Merdeka.
Sekaligus memberikan dukungan lebih lanjut terhadap evaluasi potensi pengembangan tambang terbuka (open pit).
Estimasi Sumber Daya Mineral terbaru mencapai 276 juta ton (Mt) dengan kadar rata-rata 0,23 gram emas per ton (g/t Au) dan 0,16 persen tembaga (Cu), yang mengandung sekitar 2,0 juta ons emas (Moz Au) dan 430 ribu ton tembaga (kt Cu).
Angka tersebut meningkat sebesar 70 Mt (+25 persen), 0,40 Moz emas, dan 103 kt tembaga dibandingkan Estimasi Sumber Daya Mineral sebelumnya yang diumumkan pada Desember 2025.
Sumber Daya Mineral berkategori Indicated hampir dua kali lipat menjadi 217 juta ton dari sebelumnya 112 juta ton, mencerminkan keberhasilan konversi sumber daya melalui tambahan 26 lubang diamond drill, serta penyempurnaan model geologi.
“Pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral Gua Macan merupakan tonggak penting lainnya bagi Merdeka dan mencerminkan nilai dari strategi eksplorasi yang kami jalankan. Berawal dari target eksplorasi yang dikembangkan secara internal pada 2023, Gua Macan kini telah berkembang pesat menjadi sumber daya porfiri tembaga-emas yang kaya emas dan signifikan, yang berlokasi di dekat Tambang Emas Tujuh Bukit yang saat ini telah beroperasi,” ujar Albert Saputro, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Senin (13/7/2026).
Zona Main Porphyry kini menjadi kontributor nilai utama dalam endapan Gua Macan.
Zona tersebut memiliki sumber daya sekitar 110 juta ton dengan kadar 0,36 g/t Au dan 0,23 persen Cu, yang mengandung sekitar 1,3 juta ons emas dan 257 ribu ton tembaga.
Meskipun hanya mencakup sekitar 40 persen dari total tonase Sumber Daya Mineral, Main Porphyry menyumbang sekitar 65 persen kandungan emas dan 60 persen kandungan tembaga dalam endapan Gua Macan.
Mineralisasi di Gua Macan telah terdefinisi pada area sekitar 1 kilometer x 1 kilometer dan membentang dari permukaan hingga kedalaman pengeboran sekitar 600 meter.
Sistem mineralisasi tersebut masih terbuka ke arah kedalaman (open at depth), sehingga menunjukkan potensi penambahan sumber daya seiring berlanjutnya kegiatan eksplorasi dan studi teknis.
Pembaruan model Net Smelter Return (NSR) juga semakin memperkuat interpretasi geologi dengan menunjukkan bahwa material bernilai ekonomi tertinggi terkonsentrasi pada inti mineralisasi yang lebih dangkal dan berkesinambungan (coherent core) di dalam domain Main Porphyry.
Merdeka berencana melakukan pengujian variabilitas metalurgi secara terarah guna mengevaluasi apakah karakteristik tersebut dapat mendukung peningkatan asumsi perolehan logam (recovery) dalam studi rekayasa pada tahap selanjutnya.
Estimasi Sumber Daya Mineral terbaru telah diklasifikasikan ke dalam kategori Indicated dan Inferred sesuai dengan JORC Code 2012 dan Kode KCMI 2017.
Sumber Daya Mineral tersebut dilaporkan dalam optimised shell yang menunjukkan prospek yang memadai untuk dapat ditambang secara ekonomis di masa depan, dengan menggunakan batas bawah (cut-off) Net Smelter Return (NSR) sebesar minimal USD 8 per ton.
“Gua Macan menjadi bukti kemampuan Merdeka dalam menciptakan nilai melalui eksplorasi,” kata Albert.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan sumber daya yang berkelanjutan, didukung oleh kedekatannya dengan infrastruktur eksisting serta berbagai studi teknis yang terus berjalan, semakin memperkuat posisi proyek ini sebagai salah satu pendorong pertumbuhan jangka panjang yang penting dalam portofolio tembaga dan emas MDKA.
“Walaupun Gua Macan menghadirkan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menarik, kami juga menyadari bahwa pengembangan proyek yang sukses tidak hanya bergantung pada keunggulan teknis tetapi juga pada mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat setempat,” sambungnya.
“Setiap perkembangan di masa depan akan dipandu oleh perencanaan yang bertanggung jawab, dialog yang transparan, dan komitmen untuk menciptakan nilai bersama jangka panjang,” tutup Albert. (opi)













