Keuangan

Didominasi Pertanian, Pembiayaan Bank Mandiri untuk Sektor Produksi Tembus Rp 25,13 Triliun

259
×

Didominasi Pertanian, Pembiayaan Bank Mandiri untuk Sektor Produksi Tembus Rp 25,13 Triliun

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Bank Mandiri memperkuat ekosistem inklusi keuangan melalui Mandiri Agen, penyaluran KUR, pemberdayaan PMI, dan pendampingan UMKM guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga Indonesia. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan ekosistem inklusi keuangan.

Langkah ini dilakukan dengan memperluas akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Termasuk kelompok yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan formal.

Penguatan jaringan Mandiri Agen, pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian dari strategi tersebut.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan menegaskan pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan dampak sosial yang nyata dan terukur bagi masyarakat luas.

Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif merupakan pilar penting bagi kemajuan bangsa.

“Karena itu, kami terus menguatkan ekosistem layanan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, sehingga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia,” kata Henry dikutip Kamis (2/7/2026).

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, emiten berkode saham BMRI ini terus membangun ekosistem inklusi keuangan yang terintegrasi.

Upaya tersebut mencakup perluasan akses layanan perbankan, penyediaan pembiayaan produktif, pemberdayaan pekerja migran Indonesia, hingga pengembangan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Menurut Bank Mandiri, inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan akses layanan, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dalam bertransaksi.

Kemudahan dan keamanan layanan menjadi semakin bermakna ketika dapat dinikmati masyarakat di berbagai daerah, mulai dari keluarga di pelosok, pekerja migran, hingga pelaku usaha kecil.

Komitmen tersebut sejalan dengan penilaian Customer Experience 100 (CX100) yang diinisiasi Danantara, yang menempatkan kemudahan, keamanan, dan kedekatan layanan sebagai standar kualitas BUMN.

READ  Likuiditas Perbankan Diperkuat, Kredit Berpotensi Tumbuh hingga 14-15 Persen

Bagi Bank Mandiri, kenyamanan layanan dibuktikan melalui kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan berbagai layanannya, sejalan dengan semangat Nyaman Bersama Mandiri.

Hingga akhir 2025, Bank Mandiri telah didukung oleh 111.035 Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas jangkauan layanan perbankan.

Melalui jaringan tersebut, perseroan berhasil memfasilitasi pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, serta mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan.

Dalam aspek pembiayaan, sepanjang 2025 Bank Mandiri menyalurkan KUR senilai Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM atau mencapai 106,5 persen dari target yang telah ditetapkan.

Dari total tersebut, sebesar Rp 25,13 triliun atau 61,54 persen disalurkan ke sektor produksi, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar, disusul jasa produksi, industri pengolahan, dan sektor perikanan.

Menurut Henry, penyaluran pembiayaan produktif tersebut merupakan bagian dari strategi Bank Mandiri untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui dukungan terhadap sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian daerah.

Selain mendukung perekonomian dalam negeri, Bank Mandiri juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia melalui Program Kelompok Belajar (Pokjar).

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 21.074 PMI aktif di berbagai negara penempatan dengan menyediakan edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, serta kemudahan layanan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia.

“Bank Mandiri memandang pemberdayaan PMI sebagai bagian dari perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja migran sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai pelengkap akses pembiayaan, sepanjang 2025 sebanyak 17.600 pelaku UMKM memperoleh pendampingan melalui Rumah BUMN.

Sementara itu, program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) berhasil melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik sebagai bagian dari upaya mencetak generasi pengusaha masa depan.

READ  Disaksikan Dewan Pers, Pengurus JMSI Jatim 80 Persen Wajah Baru

“Berbagai program tersebut dirancang saling melengkapi sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan keuangan dan pembiayaan, tetapi juga mendapatkan pendampingan serta kesempatan meningkatkan kapasitas usahanya secara berkelanjutan,” jelasnya.

Henry menegaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui penguatan ekosistem sosial dan ekonomi yang memberikan dampak luas.

“Kami percaya pertumbuhan Bank Mandiri akan semakin bermakna ketika manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Pembiayaan Bank Mandiri, Henry Panjaitan, Mandiri Agen, Pekerja Migran Indonesia (PMI), Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kapasitas UMKM, Layanan Keuangan, Wirausaha Muda Mandiri (WMM), investorbisnis.com (NKJ)