Keuangan

Perkuat Kerja Sama Bilateral, Ini Yang Dilakukan Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia

4
×

Perkuat Kerja Sama Bilateral, Ini Yang Dilakukan Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia

Sebarkan artikel ini
KERJA SAMA: Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menujukkan NK yang sudah mereka teken, Senin (11/5/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI) menandatangani Nota Kesepahaman (NK) untuk memperdalam kerangka kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, Senin (11/5/2026).

NK ini mencerminkan komitmen bersama kedua lembaga untuk memperdalam kolaborasi di berbagai bidang utama kebanksentralan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Termasuk kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial, sistem pembayaran dan digitalisasi, pengembangan sektor keuangan, inisiatif pengembangan kapasitas, pertukaran informasi, serta bidang lain yang disepakati bersama.

Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato’ Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan, nota kesepahaman ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI.

“Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama,” kata Dato’ Abdul Rasheed.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menambahkan bahwa nota kesepahaman ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM, serta lebih dari sekadar komitmen simbolis.

“Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini,” jelas Perry.

Penandatanganan NK membuka jalan bagi kemitraan yang lebih kokoh dan sinergis antara BNM dan BI.

Kedua bank sentral berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang berkelanjutan di kedua negara. (awa)

READ  Penyaluran Kredit OCBC di Kuartal I/2026 Tumbuh Jadi Rp 171 Triliun