INVESTORBISNIS.COM – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I/2026 tumbuh terbatas.
Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I/2026 yang tumbuh sebesar 0,62 persen (yoy).
Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV/2025 sebesar 0,83 persen (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe menengah meningkat, sementara penjualan unit properti residensial tipe kecil dan besar belum kuat.
“Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer turun sebesar 25,67 persen (yoy), setelah tumbuh sebesar 7,83 persen (yoy) pada triwulan IV/2025,” kata Denny dikutip, Minggu (10/5/2026).
Ia melanjutkan, dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,66 persen dari total kebutuhan pembiayaan.
“Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 69,87 persen dari total skema pembelian,” imbuhnya. (awa)













