Properti

Pakuwon Jati Kantongi Laba Rp 1,26 Triliun, Pendapatan dari Bisnis Pusat Perbelanjaan Masih Mendominasi

337
×

Pakuwon Jati Kantongi Laba Rp 1,26 Triliun, Pendapatan dari Bisnis Pusat Perbelanjaan Masih Mendominasi

Sebarkan artikel ini
MAL MEWAH: Pakuwon Mall adalah salah satu pusat perbelanjaan di bawah bendera Pakuwon Group yang berlokasi di Surabaya Barat. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Pakuwon Jati Tbk adalah salah satu perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia yang berpusat di Surabaya.

Perusahaan terbuka dengan kode saham PWON itu terkenal sebagai pelopor konsep superblok, serta pemilik pusat perbelanjaan, perumahan, dan hotel.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Berdiri di tahun 1982, Pakuwon Jati menjadi perusahaan properti pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 1989.

Induk usaha dari Pakuwon Group ini adalah pemilik pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza (Surabaya), Pakuwon Mall (Surabaya dan Yogyakarta), Royal Plaza (Surabaya), dan Pakuwon City Mall (Surabaya).

Untuk residensial dan komersial, PWON memiliki proyek perumahan Pakuwon City, apartemen, kondominium, serta gedung perkantoran.

Untuk hospitality, PWON memiliki Hotel Sheraton Surabaya, Hotel Four Points by Sheraton, dan hotel jaringan lainnya.

Bisnis PWON pun terus menunjukkan kinerja yang positif. Sepenjang semester I/2026 (Januari-Juni 2026), PWON membukukan laba bersih Rp 1,26 triliun.

Capaian tersebut turun 9 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih di angka Rp 1,39 triliun.

Mengutip laporan keuangan konsolidasian PWON dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026), pendapatan bersih PWON hingga 30 Juni 2026 sebesar Rp 3,374 triliun.

Capain ini relatif sama dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yakni Rp 3,373 triliun.

Kemudian, beban penjualan PWON turun dari Rp 165,05 miliar menjadi Rp 156,32 miliar.

Namun, beban umum dan administrasi PWON naik 10,04 persen menjadi Rp 296,32 miliar dibandingkan Rp 269,27 miliar pada periode sama tahun lalu.

Beban keuangan PWON juga turun dari Rp 184,67 miliar menjadi Rp 178,41 miliar.

Sedangkan beban pajak final naik menjadi Rp 220,55 miliar dari Rp 217,82 miliar.

READ  KAI Group Layani 258,99 Juta Pelanggan selama Semester I/2026

Sehingga, laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp 1,92 triliun, atau melonjak 2,12 persen dari Rp 1,88 triliun.

Kenaikan laba bruto tersebut ditopang penurunan beban pokok pendapatan sebesar 3,33 persen menjadi Rp 1,45 triliun dari Rp 1,50 triliun.

Dengan demikian, laba sebelum pajak tercatat Rp 1,26 triliun pada semester I/2026.

Angka ini turun 9,35 persen jika dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp 1,39 triliun.

Dari total laba bersih di atas, sebesar Rp 1,01 triliun distribusikan kepada pemilik entitas induk, kemudian sisanya yakni Rp 249,92 miliar menjadi bagian kepentingan nonpengendali.

Dari sisi operasional, pendapatan penyewaan pusat perbelanjaan mencapai Rp 2,06 triliun, naik 7 persen YoY dari Rp 1,92 triliun.

Segmen hotel dan serviced apartment mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 15 persen YoY menjadi Rp 709 miliar dari Rp 618 miliar.

Sebaliknya, pendapatan penyewaan perkantoran turun 16 persen YoY menjadi Rp 124 miliar.

“Berdasarkan kontribusi terhadap total pendapatan, segmen penyewaan pusat perbelanjaan masih mendominasi dengan porsi 61 persen, diikuti hotel dan serviced apartment sebesar 21 persen, penjualan kondominium 8 persen, rumah tapak 5 persen, penyewaan perkantoran 4 persen, serta penjualan kantor sebesar 1 persen,” tulis manajemen PWON. (JIA)