INVESTORBISNIS.COM – Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga triwulan I/2026 menunjukkan tren positif.
Hingga Maret 2026, realisasi investasi kumulatif mencapai Rp 353 triliun dari 365 Badan Usaha (BU) dan Pelaku Usaha (PU), dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 273.301 orang.
Pada triwulan I/2026, tambahan investasi tercatat sebesar Rp 17,5 triliun atau sekitar 25 persen dari target, serta penambahan tenaga kerja sebanyak 24.229 orang atau 47 persen dari target tahun 2026.
Sebanyak 10 KEK telah mencapai lebih dari 25 persen target investasi, dan 11 KEK mencapai 25 persen target penyerapan tenaga kerja.
Dampak positif KEK turut diperkuat oleh Kajian Prospera yang mencatat bahwa wilayah dengan KEK mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) hingga 173 persen lebih tinggi, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 4 persen dibandingkan wilayah tanpa KEK.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang mengatakan, pengembangan KEK perlu didukung oleh kesiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Diperlukan upaya penguatan link and match antara kebutuhan KEK dengan kurikulum dan kapasitas pelatihan, juga langkah proaktif dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK dan para PU dalam bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna memastikan pemenuhan kebutuhan pekerja secara cepat dan tepat,” ujar Edwin dikutip dari keterangan resmi, Jumat (1/5/2026). (KOQ)














