EkonomiHeadline

Surplus Tembus USD 2,81 Miliar, Industri TPT Nasional Makin Kompetitif di Pasar Global

220
×

Surplus Tembus USD 2,81 Miliar, Industri TPT Nasional Makin Kompetitif di Pasar Global

Sebarkan artikel ini
LANGSUNG: Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi pameran Indo Intertex 2026 pada Kamis, (16/4) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta, Kamis (16/4/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional akan terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika perdagangan global saat ini.

Menurutnya, ekosistem tekstil Indonesia yang lengkap dari hulu hingga hilir menjadi modal kuat untuk meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Optimisme tersebut diungkapkan Mendag saat mengunjungi pameran Indo Intertex 2026, Kamis (16/4/2026) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta.

“Ekosistem tekstil dan produk tekstil kita terlihat sangat bagus. Saya kira ekosistem (tekstil) kita paling lengkap mulai dari bahan baku; pabriknya; distribusinya; desainernya; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)-nya ada semua dan bisa berjalan dengan baik,” ujar Busan, sapaan karib Budi Santoso.

Busan menyampaikan, kinerja ekspor TPT Indonesia konsisten menunjukkan capaian positif.

Pada 2025, nilai ekspor TPT tercatat sebesar USD 11,98 miliar diiringi surplus yang mencapai USD 2,81 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan produk tekstil Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.

Oleh karena itu, peningkatan daya saing menjadi kunci untuk memperkuat posisi industri dalam negeri sekaligus mengendalikan impor.

“Selain potensi dalam negeri, ekspor cukup bagus. Kalau kualitas bagus dan punya daya saing, kita bisa mengendalikan impor. Kita juga harus mempunyai daya saing agar bisa bersaing dengan produk-produk asing,” tutur Busan.

Untuk memperkuat kinerja ekspor, Busan menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia sebagai instrumen strategis pembuka akses pasar.

“Kita mempunyai banyak perjanjian dagang, termasuk dengan Amerika Serikat (AS). Ekspor Indonesia ke AS mencapai sekitar USD 30 miliar secara keseluruhan. Kemudian, surplus kita dengan AS sebesar USD 18,11 miliar, yang merupakan surplus terbesar Indonesia (pada 2025). Oleh karena itu, kita jaga dan optimalkan pasar AS,” ujar Busan.

READ  Tumbuh Single Digit, Industri TPT Nasional Hadapi Tiga Tantangan Besar

Busan menambahkan, kondisi geopolitik saat ini memberikan tantangan dan dampak di berbagai sektor industri, termasuk tekstil.

Meski demikian, ia menilai, pelaku industri tekstil nasional tetap menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi di tengah tantangan tersebut.

“Secara global semua sama-sama terkena imbas perang. Tapi, saya tanya (pelaku usaha) langsung tadi, teman-teman justru sanggup berdaya saing. Teman-teman sanggup berkompetisi dengan produk-produk asing karena ekosistem kita lebih lengkap dibanding negara lain,” ujar Busan. (FQA)