Investasi

Merdeka Gold Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Berikut Daftar Pejabat Baru

391
×

Merdeka Gold Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Berikut Daftar Pejabat Baru

Sebarkan artikel ini
PENTING: PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyelenggarakan RUPST dengan agenda rapat tahunan, penguatan tata kelola, penyelarasan kepemimpinan, serta langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan agenda rapat tahunan, penguatan tata kelola, penyelarasan kepemimpinan, serta langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

RUPST memiliki beberapa agenda tahunan, termasuk pengesahan laporan keuangan dan laporan tahunan, serta menyetujui penunjukan tiga calon direktur dan lima calon komisaris.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur manajemen dan tata kelola perseroan dengan mengadopsi standar industri pertambangan global, khususnya dalam aspek eksekusi proyek, manajemen risiko, disiplin keuangan, serta transparansi kepada investor.

Penunjukkan ini juga selaras dengan kebutuhan operasional dan meningkatnya kompleksitas bisnis pada fase produksi, yang menuntut disiplin eksekusi operasional yang lebih tinggi, pengelolaan keuangan dan risiko yang lebih terintegrasi, penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas, serta penerapan standar tata kelola perusahaan yang sejalan dengan praktik internasional dan ekspektasi investor global.

Tiga Direktur yang telah disetujui memiliki kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial yang kuat serta rekam jejak luas dalam pengembangan dan pengelolaan aset pertambangan.

Pertama adalah Nicholas John Green. Ia seorang pemimpin di industri pertambangan dengan pengalaman luas dalam manajemen proyek dan operasional di Asia Tenggara.

Ia memiliki rekam jejak yang kuat dalam merealisasikan pengembangan proyek pertambangan yang kompleks serta mendorong keunggulan operasional di berbagai komoditas.

Kedua yaitu Barend Johannes Nicolaas Knoetze. Ia memiliki pengalaman luas di bidang pertambangan, khususnya dalam aspek teknis, rekayasa, serta operasional proyek emas dan tembaga.

Nicolaas dinilai memiliki kompetensi yang relevan dalam kegiatan eksplorasi dan ekstraksi serta dapat diterapkan pada operasional grup.

Ketiga Suryadinata Tanu. Ia memiliki latar belakang keuangan yang kuat dan pengalaman luas dalam pengelolaan fungsi finance, accounting, dan tax di sektor pertambangan.

READ  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Selasa, 21 April 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Turun

Selain itu, perseroan juga memperkuat jajaran dewan komisaris melalui penunjukan lima komisaris baru, termasuk tiga komisaris Independen, guna meningkatkan fungsi tata kelola dan pengawasan.

Kehadiran mereka membawa perspektif internasional serta pengalaman mendalam di bidang pertambangan global, investasi, dan pasar keuangan internasional.

Winato Kartono yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di investasi dan perbankan. Ia pernah berkiprah di Provident Investasi Bersama, Tower Bersama Infrastructure, dan GoTo.

Xinyu Wang yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri pertambangan global. Ia pernah menjabat Presiden dan Direktur Utama JCHX Mining Management.

Jona Widhagdo Putri sebagai komisaris independen dikenal sebagai pakar hubungan internasional dan investasi lintas negara yang saat ini menjadi Penasihat Khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI.

Selanjutnya, John Mackay McCulloch Williamson (Komisaris Independen) memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di pasar keuangan global.

Ia pernah menjadi Managing Director Morgan Stanley Asia Pacific dan kini menjabat Chairman London Metal Exchange.

Terakhir Yu Gao sebagai komisaris independen memiliki pengalaman luas di bidang ekuitas swasta di Asia.

Yu Gao memiliki pengalaman panjang di Morgan Stanley hingga posisi Managing Director dan Co-Chief Investment Officer.

RUPST juga menyetujui pengunduran diri tiga anggota direksi, yaitu Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri, sebagai bagian dari penyelarasan peran di tingkat grup, dimana ketiganya akan kembali fokus pada tanggung jawab strategis di Grup PT Merdeka Copper Gold Tbk sebagai induk usaha perseroan.

Perseroan menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut telah direncanakan secara matang dalam rangka optimalisasi pengelolaan sumber daya kepemimpinan di grup, guna mendukung pengembangan entitas dan proyek strategis, serta memastikan kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan tata kelola.

READ  Direksi Borong Saham BBCA di Tengah Fluktuasi Pasar, Sinyal Kuat Rebound ke Rp 10.000?

Perseroan berkomitmen dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan melalui transaksi material dan/atau afiliasi yang mendukung pengembangan operasional Tambang Emas Pani.

Setiap transaksi tersebut dirancang dan dijalankan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta penerapan mekanisme pengawasan yang memadai.

Guna memastikan bahwa seluruh keputusan strategis dilaksanakan secara terukur, transparan, akuntabel, dan sejalan dengan standar operasional serta praktik terbaik internasional, sekaligus menjaga kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. (MBQ)