HeadlineInvestasi

Realisasi Investasi Semester I/2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Berikut Lima Provinsi Penyumbang Terbesar

379
×

Realisasi Investasi Semester I/2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Berikut Lima Provinsi Penyumbang Terbesar

Sebarkan artikel ini
Kementerian Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani

INVESTORBISNIS.COM – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi investasi Indonesia pada semester I/2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun.

Capaian investasi di enam bulan pertama di 2026 itu tumbuh 7,2 persen (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (semester I/2025).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Investasi di semester I/2026 berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia, meningkat 15 persen (YoY).

Angka capaian realisasi investasi ini telah memenuhi 49,5 persen dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Sedangkan secara triwulanan, pada triwulan II/2026 realisasi investasi tercatat sebesar Rp 511,8 triliun, meningkat 7,1 persen (YoY) dan menyerap 742.293 tenaga kerja Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan perubahan lanskap perdagangan internasional.

“Di kuartal kedua ini untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Tiongkok investasinya lebih agresif melalui Hongkong sehingga posisi pertama dari PMA (Penanaman Modal Asing) di kuartal kedua ini ditempati oleh Hongkong dengan USD5 miliar,” jelas Rosan dikutip Sabtu (18/7/2026).

Realisasi investasi asing pada triwulan II/2026 dipimpin oleh Hong Kong, RRT, kemudian disusul Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.

Kelima negara tersebut berkontribusi sebesar 79,6 persen terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia.

Pada periode ini, realisasi PMA tercatat sebesar Rp 257,7 triliun (50,4 persen), sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 254,1 triliun (49,6 persen).

Dari sisi lokasi investasi, pada triwulan II/2026 investasi di luar Pulau Jawa juga tetap mendominasi dengan nilai Rp 256,5 triliun (50,1 persen), sedangkan investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 255,3 triliun (49,9 persen).

READ  Masuki Fase Kontraksi, PMI Manufaktur Indonesia Melemah karena Tekanan Global

Hal ini menunjukkan semakin meratanya penyebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia.

Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta (Rp 94,9 triliun), Jawa Barat (Rp 61,3 triliun), Maluku Utara (Rp 40,2 triliun), Jawa Timur (Rp 40,1 triliun), dan Sulawesi Tengah (Rp 36,6 triliun).

Sementara itu, total realisasi investasi semester I/2026, untuk PMA mencapai Rp 507,6 triliun atau 50,2 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp 502,9 triliun atau 49,8 persen.

Sedangkan dari sisi persebaran wilayah, luar Pulau Jawa mencapai Rp 507,8 triliun (50,2 persen), lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 502,8 triliun (49,8 persen).
Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi semester I/2026 masih didominasi oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, diikuti Jasa Lainnya, Pertambangan, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi, serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. (EZX)