Umum

Inovasi DIGI-FINSMART FEB Undika Masuk Sekolah, Dorong Siswa SMK Surabaya Melek Keuangan dan AI

391
×

Inovasi DIGI-FINSMART FEB Undika Masuk Sekolah, Dorong Siswa SMK Surabaya Melek Keuangan dan AI

Sebarkan artikel ini
SERIUS: DIGI-FINSMART (Digital Financial Smart Student Program) yang mulai diadopsi oleh sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur, khususnya wilayah Surabaya. (NA)

INVESTORBISNIS.COM – Transformasi pendidikan vokasi berbasis teknologi kembali menunjukkan perkembangan signifikan melalui implementasi inovasi DIGI-FINSMART (Digital Financial Smart Student Program) yang mulai diadopsi oleh sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur, khususnya wilayah Surabaya.

Program ini berfokus pada pendampingan siswa dalam pengelolaan keuangan digital dan pembuatan konten marketing berbasis Artificial Intelligence (AI).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Inovasi yang digagas oleh tim akademisi ini telah lebih dahulu diterapkan di SMK YP17 Pare, Kabupaten Kediri, dan kini mulai merambah ke beberapa sekolah di Surabaya, di antaranya SMKN 10 Surabaya dan SMK Sejahtera Surabaya.

Sejumlah SMK negeri lainnya juga dikabarkan tengah dalam tahap penjajakan untuk mengadopsi program serupa.

Program DIGI-FINSMART hadir sebagai respons terhadap tantangan generasi muda di era digital, khususnya dalam aspek literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

Selama ini, siswa dinilai masih cenderung menggunakan teknologi untuk kebutuhan konsumtif, sementara potensi besar teknologi digital—termasuk AI—belum dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan keterampilan dan peluang ekonomi.

Rudi Santoso dan tim, Dosen FEB Universitas Dinamika, penggagas inovasi DIGI-FINSMART menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan pendekatan praktis dan aplikatif.

“DIGI-FINSMART bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah model pendampingan yang mengintegrasikan literasi keuangan, digital marketing, dan pemanfaatan AI dalam satu ekosistem pembelajaran. Kami ingin siswa tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara cerdas dan menciptakan nilai ekonomi dari kreativitas digital mereka,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan AI dalam program ini menjadi nilai pembeda utama dibandingkan pelatihan konvensional.

“Melalui AI, siswa dapat belajar lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ini penting karena dunia kerja ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan digital yang terintegrasi,” tambahnya.

READ  Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadan dan Lebaran, Kata Menteri ESDM

Implementasi program ini di sekolah-sekolah Surabaya mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Kepala SMKN 10 Surabaya, Imam Sutopo menyampaikan bahwa program DIGI-FINSMART memberikan dampak nyata terhadap perubahan pola pikir dan keterampilan siswa.

“Kami melihat siswa menjadi lebih sadar dalam mengelola keuangan mereka, bahkan mulai terbiasa mencatat pengeluaran. Selain itu, kemampuan mereka dalam membuat konten digital juga meningkat signifikan. Ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sri Indrijati, Kepala SMK Sejahtera Surabaya, yang menilai bahwa inovasi ini mampu menjawab kebutuhan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Program ini sangat aplikatif dan sesuai dengan karakter siswa saat ini. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik menggunakan teknologi, termasuk AI. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah,” tuturnya.

Salah satu keunggulan DIGI-FINSMART adalah pendekatan berbasis praktik (learning by doing), diana siswa dilatih untuk menyusun laporan keuangan pribadi serta menghasilkan konten pemasaran digital yang layak dipublikasikan.

Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menghasilkan output nyata yang dapat menjadi bekal di dunia kerja maupun kewirausahaan.

Ke depan, program ini ditargetkan dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di Jawa Timur, seiring meningkatnya kebutuhan akan literasi digital dan finansial di kalangan pelajar.

Beberapa SMK negeri lainnya di Surabaya saat ini tengah dalam tahap komunikasi untuk mengadopsi inovasi tersebut.

“Dengan hadirnya DIGI-FINSMART, diharapkan siswa SMK tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator dan pelaku ekonomi digital yang mandiri,” kata Rudi.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. (LEK)