Umum

Mahasiswa FEB Undika Kenalkan Bisnis Digital ke SMK Ketintang Surabaya, Upaya Menutup Jurang Keterampilan di Era Ekonomi Digital

235
×

Mahasiswa FEB Undika Kenalkan Bisnis Digital ke SMK Ketintang Surabaya, Upaya Menutup Jurang Keterampilan di Era Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini
SERIUS: Puluhan siswa SMK Ketintang Surabaya mengikuti pelatihan “Bisnis Digital Menggunakan AI” untuk menjawab transformasi digital yang berjalan sangat cepat itu, Kamis (16/4/2026).

INVESTORBISNIS.COM – Transformasi digital tidak lagi menunggu ruang industri. Ia telah masuk ke ruang kelas.

Di SMK Ketintang Surabaya, Kamis (16/4/2026), puluhan siswa mengikuti pelatihan “Bisnis Digital Menggunakan AI” untuk menjawab transformasi digital yang berjalan sangat cepat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Selama delapan jam, dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, tiga rombongan belajar (rombel) dilatih langsung oleh mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomis Bisnis (FEB) Universitas Dinamika (Undika). Kegiatan ini didampingi oleh dosen Rudi Santoso dan Diana Putri.

Rudi menjelaskan, pelatihan ini adalah sebuah inisiatif yang mencerminkan upaya menjawab tantangan besar pendidikan vokasi Indonesia. “Ada kesenjangan keterampilan (skill gap) di era kecerdasan buatan,” kata Rudi.
Namun di balik pelatihan ini, tersimpan persoalan struktural yang lebih besar. Data nasional menyebutkan bahwa SMK masih menghadapi tantangan serius.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK secara konsisten menjadi yang tertinggi dibanding jenjang pendidikan lain.

Fenomena ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, laporan World Economic Forum dalam Future of Jobs Report menegaskan bahwa sekitar 44 persen keterampilan kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa keterampilan yang paling dibutuhkan adalah analytical thinking, AI literacy, dan digital skills.

Sementara itu, studi McKinsey & Company memperkirakan bahwa otomatisasi dan AI berpotensi mengubah jutaan pekerjaan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanpa reskilling yang cepat, sebagian tenaga kerja berisiko tertinggal.

Konteks ini menempatkan pendidikan vokasi, khususnya SMK, dalam posisi krusial—sebagai garda depan penyedia tenaga kerja siap pakai.

READ  Penerbangan ke Timur Tengah Terganggu, Bandara Soetta dan Ngurah Rai Siapkan Layanan Penanganan Penumpang

Rudi menjelaskan, pelatihan di SMK Ketintang Surabaya mencoba menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan praktis.

Siswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep AI, tetapi juga langsung membuat konten pemasaran berbasis AI, mengembangkan ide bisnis digital hingga mensimulasikan pengelolaan usaha berbasis teknologi.

“Pendekatan ini menargetkan perubahan peran siswa, dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator nilai ekonomi digital,” ujarnya.

Rudi menegaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya konkret menjembatani kesenjangan tersebut.

“Kampus harus turun langsung. Mahasiswa tidak cukup belajar teori, tetapi harus membantu meningkatkan kompetensi digital di tingkat sekolah,” ujarnya.

Ketua Kompetensi Keahlian Bisnis Digital SMK Ketintang Surabaya, Ifani Wahyururiasanti mengatakan, selama ini pihaknya sudah menggunakan teknologi di lingkungan sekolah. “Tapi belum diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai bisnis,” ujar Ifani.

Rudi menambahkan, dukungan penuh dari pihak SMK Ketintang Surabaya menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini.

“Sekolah tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi,” tegasnya.

Menurunya, model seperti ini mulai dipandang sebagai solusi antara dunia akademik (kampus), pendidikan vokasi (SMK), dan kebutuhan industri.

“Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan penguatan link and match yang selama ini didorong pemerintah,” pungkasnya. (YTX)