Properti

Identifikasi Aset Negara untuk Hunian Vertikal, Pemerintah Siap Bangun Rusun di 10 Kota Baru

350
×

Identifikasi Aset Negara untuk Hunian Vertikal, Pemerintah Siap Bangun Rusun di 10 Kota Baru

Sebarkan artikel ini
KOORDINASI: Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri ATR sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid Bersama jajaran, bertemu, Kamis (16/4/2026), bahas pemanfaatan asset negara. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Pemerintah terus bekerja keras mewujudkan Program 3 Juta Rumah.

Program 3 Juta Rumah adalah inisiatif strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya yang berpenghasilan di bawah Rp 8 juta.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Program ini menargetkan pembangunan 1 juta unit di perkotaan (rusun) dan 2 juta unit atau renovasi di pedesaan ataupesisir per tahun untuk mengatasi backlog perumahan.

Untuk memenuhi program itu, kementerian terkait terus memperkuat koordinasiny.

Kali ini koordinasi dilakukan oleh dua kementerian, yaitu Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Dua menteri terkait, yaitu Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri ATR sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, bertemu, Kamis (16/4/2026).

Pertemuan dua menteri itu untuk membahas potensi pemanfaatan lahan aset negara guna pembangunan rumah susun (rusun) dan hunian bagi MBR.

Dalam pertemuan tersebut, Maruarar menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengidentifikasi sejumlah aset negara, termasuk lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jakarta, yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan hunian vertikal bagi masyarakat.

“Saya merasa senang, tadi soal tanah kereta api yang ada di Jakarta, itu jelas itulah aset negara sudah disampaikan seperti itu,” ujar Ara, sapaan karib Maruarar Sirait .

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera menggelar rapat lanjutan bersama sejumlah BUMN untuk mempercepat pemanfaatan aset negara tersebut.

Selain itu, Ara mengungkapkan bahwa Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid juga akan menugaskan jajaran teknis untuk memberikan penjelasan terkait status lahan-lahan yang akan dimanfaatkan, termasuk lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

“Pak Nusron akan menugaskan dirjen dari sini untuk menjelaskan kepada teman-teman, apa alasan-alasannya dan kejelasan seperti tanah yang ada di Tanah Abang itu jelas adalah aset negara,” lanjutnya.

READ  Menteri PKP Targetkan Penyaluran KUR Perumahan Rp20 Triliun di Jawa Timur

Pada kesempatan yang sama, Ara juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima data awal terkait potensi pembangunan rusun di sekitar 10 kota baru yang dinilai memiliki kebutuhan hunian tinggi bagi masyarakat.

“Yang kedua, kami sudah mendapatkan data untuk bakal 10 kota baru. Di antaranya ada Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, kemudian Kubu Raya, kemudian beberapa titik lainnya. Di Jawa Timur juga sudah diberikan datanya kepada kami,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membentuk tim bersama lintas kementerian dan lembaga untuk melakukan survei lapangan di lokasi-lokasi tersebut.

“Kemudian kita bersepakat akan membuat tim bersama yang melakukan survei-survei di lokasi itu,” pungkas Ara. (CPI)