Keuangan

BSI Catat Laba Bersih Rp 4,16 Triliun di Semester I/2026

215
×

BSI Catat Laba Bersih Rp 4,16 Triliun di Semester I/2026

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Hingga Juni 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BSI tumbuh 22 persen menjadi Rp 393 triliun. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Penguatan fondasi teknologi yang dijalankan Bank Syariah Indonesia (BSI) berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat.

Hingga Juni 2026 (semester I/2026), BSI membukukan laba bersih Rp 4,16 triliun atau meningkat 11 persen year on year (yoy).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan laba didukung oleh ekspansi bisnis yang berkualitas, peningkatan kontribusi bisnis emas, serta penghimpunan dana yang semakin kuat.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22 persen menjadi Rp 393 triliun, didorong peningkatan dana murah (CASA) menjadi Rp 238 triliun,” kata Anggoro dikutip Sabtu (22/8/2026).

Pertumbuhan CASA berasal dari tabungan yang mencapai Rp 173 triliun dan giro sebesar Rp 65,5 triliun, sehingga semakin memperkuat struktur pendanaan Perseroan.

“Komposisi pendanaan yang semakin efisien berhasil menurunkan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19 persen memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga profitabilitas,” urainya.

Di sisi intermediasi, kata Anggoro, pembiayaan BSI tumbuh merata di seluruh segmen bisnis.

Pembiayaan wholesale mencapai Rp 95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp 55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer meningkat menjadi Rp 189,25 triliun.

“Pertumbuhan tersebut tetap diiringi dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari NPF Gross sebesar 1,80 persen dan NPF Net sebesar 0,33 persen,” ungkapnya.

Diversifikasi sumber pendapatan juga semakin kuat. Fee Based Income meningkat 38,15 persen menjadi Rp 4,1 triliun, didorong makin melesatnya ekonsistem bisnis BSI termasuk bisnis emas serta transaksi digital.

Secara keseluruhan, total aset BSI mencapai Rp 464,5 triliun, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

READ  Tumbuh 31,4 Persen, Belanja di Triwulan I/2026 Sudah Capai 21,2 Persen dari Pagu APBN

Anggoro menambahkan, peningkatan jumlah nasabah bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar.

“Dengan fondasi teknologi yang semakin kuat, kapasitas sistem yang semakin andal, dan basis nasabah yang terus bertambah, kami memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendalaman hubungan dengan nasabah melalui berbagai solusi keuangan syariah. Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi,” jelasnya. (QJR)