Keuangan

BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,85 Triliun, Melonjak 54 Persen Lebih

328
×

BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,85 Triliun, Melonjak 54 Persen Lebih

Sebarkan artikel ini
GAGAH: BTN, bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,85 triliun hingga Mei 2026. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), hingga Mei 2026 berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,85 triliun hingga Mei 2026.

Laba bersih tersebut meningkat 54,37 persen atau Rp Rp 660 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,19 triliun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dikutip dari laman resmi BTN, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp 7,13 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 15,15 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,19 triliun.

Pertumbuhan kinerja BTN secara konsolidasi tersebut juga didukung peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan.

Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp 403,06 triliun atau tumbuh 9,97 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp 366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp 433,95 triliun atau meningkat 9,09 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 397,78 triliun.

Selain itu, BTN juga berhasil menjaga pertumbuhan profitabilitas operasional.

Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp 2,39 triliun atau tumbuh 58,37 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,51 triliun.

Adapun pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp 3,98 triliun hingga Mei 2026 atau meningkat 20,07 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp 3,31 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya mengatakan pencapaian kinerja positif tersebut menunjukkan fundamental bisnis BTN tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

Menurut Nixon, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena rumah merupakan kebutuhan utama masyarakat.

READ  Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi selama Libur Sekolah, Berikut Daftarnya

“BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon.

Tahun ini, BTN juga disebutkan akan terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kepemilikan rumah maupun layanan keuangan pendukung lainnya. (SZB)