Bisnis

SIG Perkuat Mesin Pertumbuhan Baru, Strategi Ekspor dan Transformasi Jadi Penopang Kinerja

327
×

SIG Perkuat Mesin Pertumbuhan Baru, Strategi Ekspor dan Transformasi Jadi Penopang Kinerja

Sebarkan artikel ini
KOKOH: Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai menuai hasil dari strategi transformasi yang dijalankan perseroan di tengah tekanan industri semen domestik.

Dalam kondisi pasar yang masih dibayangi overcapacity, SIG berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada kuartal I/2026, SIG membukukan pendapatan sebesar Rp 8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dalam kurun waktu sama, laba periode berjalan yang distribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan sebesar 88,7 persen menjadi Rp 80 miliar.

Volume penjualan juga naik 1,7 persen yoy menjadi 8,71 juta ton.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, capaian tersebut menunjukkan strategi transformasi yang dijalankan perseroan berhasil menjaga resiliensi bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri,” kata Vita, Kamis (7/5/2026).

Menurut Vita, salah satu fokus utama SIG saat ini adalah memperkuat penetrasi pasar ekspor sebagai langkah strategis untuk meningkatkan utilisasi pabrik, dan memperluas peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.

Melalui anak usaha, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

Fasilitas tersebut akan menjadi basis penguatan ekspor SIG sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.

“Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas perseroan,” ujar Vita.

READ  Laba GMF di Kuartal I/2026 Melonjak 78 Persen Lebih

Di sisi operasi, SIG juga terus memperkuat efektivitas transformasi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, serta efisiensi biaya.

Strategi tersebut membantu perseroan menjaga kinerja di tengah kenaikan harga energi dan permintaan pasar domestik yang baru menunjukkan geliat pada awal tahun ini.

Selain mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4 persen yoy, SIG juga berhasil menurunkan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen yoy melalui pengelolaan yang lebih optimal.

“Kinerja tersebut memperlihatkan kemampuan SIG dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi pertumbuhan dan penguatan fundamental keuangan, sekaligus mempertegas arah transformasi Perseroan sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang semakin kompetitif di tingkat regional,” pungkas Vita. (YJM)