Keuangan

Cadangan Devisa Bulan April 2026 Anjlok USD 2 Miliar, Ini Penyebabnya

307
×

Cadangan Devisa Bulan April 2026 Anjlok USD 2 Miliar, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. (MSN)

INVESTORBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menyebut posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 tetap tinggi, yakni sebesar USD 146,2 miliar.

Namun jumlah itu menurun bila dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar USD 148,2 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Cadangan devisi bulan April 2026 turun sebesar USD 2 miliar bila dibandingkan bulan sebelumnya (Maret 2026).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan jumlah cadangan devisi di bulan April 2026 ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa.

“Juga dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ungkap Denny, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ungkapnya.

Denny menambahkan, ke depan Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai.

Serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas lulusan Universitas Airlangga (Unair) itu. (AYN)

READ  Pembiayaan UMKM CIMB Niaga di Kuartal I/2026 Tembus Rp 25,7 Triliun