Headline

Dukung NZE Sektor Kepelabuhan, Teluk Lamong Operasikan Empty Container Handler Bertenaga Listrik

241
×

Dukung NZE Sektor Kepelabuhan, Teluk Lamong Operasikan Empty Container Handler Bertenaga Listrik

Sebarkan artikel ini
BARU: PT Terminal Teluk Lamong mengoperasikan Empty Container Handler bertenaga listrik (EH Elektrik) mulai 28 Oktober 2026 untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mendorong penggunaan peralatan ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian Empty Container Handler bertenaga listrik (EH Elektrik) di TPK Teluk Lamong yang mulai beroperasi pada 28 Oktober 2026. Keberadaan alat ini untuk mendukung pelayanan petikemas kosong (empty).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam mengatakan, penggunaan alat angkat petikemas bertenaga listrik ini menjadi bagian dari penerapan konsep Green and Smart Port di TTL.

Selain mendukung kelancaran kegiatan operasional, pengoperasian EH Elektrik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan mewujudkan operasional terminal yang lebih ramah lingkungan.

“EH Elektrik yang dioperasikan di TPK Teluk Lamong memiliki kapasitas angkat hingga 9 ton, dan kemampuan menumpuk petikemas hingga 7 tingkat (tier),” kata Syaiful, Jumat (30/10/2026).

Alat ini didukung baterai berkapasitas 350 kWh dan motor listrik berkekuatan 135 kW.

Berdasarkan spesifikasinya EH Elektrik mampu beroperasi hingga 12 jam dalam satu kali pengisian baterai.

Dengan beroperasinya satu unit EH Elektrik ini, TPK Teluk Lamong kini mengoperasikan total empat unit Empty Handler.

Pada periode Januari–September 2026, volume petikemas empty di TPK Teluk Lamong mencapai 34.967 TEUs, naik 83,82 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 19.023 TEUs.

Penambahan unit ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pelayanan (handling capacity) di tengah meningkatnya volume petikemas empty, baik domestik maupun internasional.

“Kami terus mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan, elektrifikasi alat angkat dan angkut petikemas akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen TTL dalam memperkuat penerapan konsep Green Port dan mendukung pencapaian target NZE di sektor kepelabuhanan,” jelas Syaiful.

READ  Pertamina Dukung Penindakan Polda Jawa Timur atas Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi, pengurangan emisi, dan pengembangan pelabuhan berkelanjutan.

Melalui elektrifikasi peralatan secara bertahap, TTL terus mendorong penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan dalam kegiatan operasional terminal.

“Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi operasional sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Dengan demikian, upaya pengembangan layanan kepelabuhanan dapat berjalan selaras dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (RZI)