Headline

Investor Pasar Modal Jawa Timur Tumbuh Agresif, Tembus 3,5 Juta Rekening

248
×

Investor Pasar Modal Jawa Timur Tumbuh Agresif, Tembus 3,5 Juta Rekening

Sebarkan artikel ini
PAPARAN: Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, memaparkan kinerja sektor jasa keuangan dalam kegiatan OJK Media Gathering 2026 di Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). (NOFIANISA/IST)

INVESTORBISNIS.COM – Hingga Agustus 2026, sektor jasa keuangan di Jawa Timur menunjukkan kinerja yang tumbuh dan resilien.

Pertumbuhan tersebut tercermin dari sejumlah parameter industri jasa keuangan, di antaranya jumlah investor pasar modal yang meningkatkan, penguatan penghimpunan dana perbankan, serta perkembangan sektor asuransi dan berbagai lembaga pembiayaan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, mengatakan, berdasarkan data kinerja sektor jasa keuangan per Agustus 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Jawa Timur mencapai Rp 866 triliun atau tumbuh 6,03 persen secara tahunan.

“Untuk penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 645 triliun atau tumbuh 4,73 persen,” kata Horas di acara OJK Media Gathering 2026 yang dihelat di Yoggyakarta, Selasa (27/10/2026).

Horas menjelaskan, dari sisi kualitas kredit, rasio Non-Performing Loan (NPL) net perbankan tercatat sebesar 1,67 persen dan NPL gross sebesar 3,80 persen.

Adapun indikator kecukupan permodalan dan likuiditas juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan industri perbankan di tengah dinamika perekonomian.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Namun, kualitas kredit, pengelolaan risiko, serta stabilitas sektor keuangan tetap perlu dijaga,” ungkapnya.

Pada sektor pasar modal, jumlah rekening investor di Jawa Timur mencapai 3,5 juta rekening, meningkat 69,93 persen.

Kepemilikan saham tercatat sebesar Rp 138,16 triliun atau tumbuh 25,60 persen.

Sementara itu, penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding mencapai Rp 69,83 miliar, meningkat 18,68 persen, dengan jumlah penerbit sebanyak 37.

Peningkatan jumlah rekening investor tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan investasi di pasar modal.

READ  Kejar Target Pajak Kendaraan Bermotor Rp 4,78 Triliun, Jatim Lakukan Pemutihan sepanjang Agustus 2026

Perkembangan ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara bijak sesuai profil risiko masing-masing.

Di sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP), premi asuransi tercatat mencapai Rp 13,98 triliun, tumbuh 31,74 persen.

Sementara itu, total investasi dana pensiun mencapai Rp 4,476 triliun, meningkat 1,14 persen.

Adapun pada sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, dan lembaga keuangan mikro (PVML), piutang pembiayaan tercatat sebesar Rp 45,06 triliun, mengalami kontraksi 1,39 persen.

Pembiayaan perusahaan modal ventura mencapai Rp 1,94 triliun atau tumbuh 10,44 persen, sedangkan pinjaman yang diberikan lembaga keuangan mikro mencapai Rp 175,7 miliar, meningkat 15,50 persen.

Pada sektor teknologi finansial, outstanding pembiayaan fintech peer-to-peer lending tercatat sebesar Rp 12,09 triliun, tumbuh 13,26 persen.

Sementara itu, pinjaman yang diberikan sektor pergadaian tercatat sebesar Rp 685,7 miliar, mengalami kontraksi 29,15 persen.

Perkembangan antarsubsektor tersebut menunjukkan dinamika yang beragam. Karena itu, pemantauan terhadap kualitas pembiayaan, tingkat risiko, dan tata kelola lembaga jasa keuangan tetap diperlukan agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. (JPD)