BisnisUmum

HSBC Indonesia Perkuat Wealth Management dengan Reksa Dana Saham Tambang Emas Global

331
×

HSBC Indonesia Perkuat Wealth Management dengan Reksa Dana Saham Tambang Emas Global

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD.

Produk yang dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) tersebut merupakan reksa dana saham berbasis syariah yang memberikan akses kepada nasabah terhadap investasi pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Batavia Gold Sharia Equity USD juga memiliki fleksibilitas dalam berinvestasi pada berbagai kelompok kapitalisasi pasar, sehingga memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap perkembangan industri emas global.

Langkah HSBC Indonesia menghadirkan produk ini sejalan dengan meningkatnya perhatian investor terhadap emas di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Prospek Emas Masih Positif

Dalam riset HSBC bertajuk Invest with Experts: Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, Rodolphe Bohn, FX and Commodities Strategist, HSBC Private Bank and Premier Wealth, menilai prospek emas untuk jangka menengah hingga panjang masih positif.

Menurut riset tersebut, konflik geopolitik di Timur Tengah memang memicu volatilitas harga emas dalam jangka pendek. Harga emas bahkan sempat mencapai rekor USD5.415 per ounce pada Januari 2026 sebelum mengalami koreksi sekitar 20 persen.

Meski demikian, emas semakin dipandang investor global bukan hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai aset strategis untuk diversifikasi portofolio dalam jangka panjang.

Temuan tersebut sejalan dengan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026. Survei yang melibatkan hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global itu menunjukkan emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital, kini menjadi aset ketiga yang paling banyak dimiliki investor secara global.

READ  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Galeri24 Rp2,71 Juta per Gram

Kepemilikan emas bahkan mencapai 41 persen di kalangan investor Gen Z.

Prospek tersebut juga tercermin dari rencana investor ke depan. Sebanyak sembilan dari 10 investor secara global menyatakan akan mempertahankan atau menambah alokasi emas dalam portofolionya.

Tingkat keyakinan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelas aset lain yang disurvei.

Kepemilikan emas tercatat cukup tinggi di sejumlah negara, antara lain India sebesar 61 persen, Uni Emirat Arab 49 persen, dan China 49 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan persepsi terhadap emas, dari sekadar aset pelindung nilai menjadi bagian dari strategi pertumbuhan portofolio jangka panjang.

Saham Tambang Emas Jadi Alternatif Eksposur

Meningkatnya minat terhadap emas juga membuka peluang bagi saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia.

Secara historis, kinerja perusahaan tambang emas dapat memperoleh manfaat dari kenaikan harga dan permintaan emas. Pendapatan serta margin perusahaan pertambangan umumnya memiliki sensitivitas terhadap pergerakan harga komoditas tersebut.

Namun, pergerakan saham tambang emas tidak selalu bergerak satu banding satu dengan harga emas. Faktor spesifik perusahaan, seperti biaya produksi, kondisi operasional, kualitas aset tambang, serta eksekusi manajemen, turut memengaruhi kinerja saham.

Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, HSBC Indonesia memberikan alternatif bagi nasabah yang ingin memperoleh eksposur terhadap industri emas global melalui instrumen investasi berbasis syariah.

International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, Lanny Hendra, mengatakan minat investor terhadap investasi emas terus menunjukkan perkembangan.

“Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas. Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi,” ujarnya.

READ  Ramp Check Bus Diperketat di Terminal Arjosari Menyambut Nataru

Menurut HSBC, strategi tersebut selaras dengan tema defend and grow, yakni mengombinasikan kepemilikan inti yang relatif stabil dengan aset diversifikasi taktis seperti emas.

Strategi tersebut dinilai relevan bagi investor dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik maupun kondisi ekonomi global.

Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi, mengatakan kehadiran Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan alternatif bagi investor yang ingin memanfaatkan potensi pertumbuhan industri emas global.

“Seiring meningkatnya peran emas dalam diversifikasi portofolio, Batavia Gold Sharia Equity USD hadir untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global melalui investasi yang berfokus pada saham perusahaan pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang,” kata Lilis.

Dengan fokus pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global, Batavia Gold Sharia Equity USD menjadi salah satu instrumen yang ditawarkan HSBC Indonesia untuk memperluas pilihan investasi nasabah dalam layanan wealth management, khususnya bagi investor yang mempertimbangkan diversifikasi berbasis emas dengan prinsip syariah. (AHU)