Headline

Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Triwulan II/2026 Turun, Ini Penyebabnya

296
×

Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Triwulan II/2026 Turun, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan II/2026 mencatat kewajiban neto yang menurun.

Pada akhir triwulan II 2026, PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar USD 197,4 miliar, turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan I 2026 sebesar USD 223,0 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kewajiban neto yang menurun tersebut bersumber dari penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) dan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

“Posisi KFLN Indonesia menurun tetapi aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio tetap berlanjut,” kata Denny dalam keterangan resminya, Kamis (10/9/2026).

Lebih jauh ia menjelaskan, posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan II/2026 tercatat sebesar USD 769,0 miliar.

Angka itu turun sebesar 1,9 persen (qtq) dari USD 783,7 miliar pada akhir triwulan I/2026.

“Investasi langsung dan investasi portofolio tetap membukukan surplus sebagai cerminan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik, inflasi yang terjaga, dan imbal hasil investasi yang menarik,” paparnya.

Perkembangan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penurunan nilai instrumen keuangan domestik, karena faktor revaluasi harga dan penguatan nilai tukar USD AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah.

Posisi AFLN Indonesia meningkat didorong oleh transaksi pada berbagai instrumen finansial luar negeri.

Posisi AFLN pada akhir triwulan II/2026 tercatat sebesar USD 571,5 miliar, naik 1,9 persen (qtq) dari USD 560,7 miliar pada akhir triwulan I/2026.

“Sebagian besar komponen AFLN mengalami peningkatan posisi, terutama pada aset investasi lainnya, investasi langsung, dan investasi portofolio,” ungkap Denny.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan II/2026 tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan eksternal.

READ  Kapolri Usulkan Skema ‘First Come First In’ Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran

Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada triwulan II/2026 sebesar 13,3 persen, lebih rendah dibandingkan 15,2 persen pada triwulan I/2026.

Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang terutama dalam bentuk investasi langsung.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.

“Selain itu, Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian,” pungkasnya. (URQ)