Headline

Arus Peti Kemas TPS Lampaui Target, Tembus 128 Ribu TEUs

237
×

Arus Peti Kemas TPS Lampaui Target, Tembus 128 Ribu TEUs

Sebarkan artikel ini
SIBUK: Lapangan penumpukan peti kemas di Terminal Petikemas Surabaya. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada Agustus 2026 mencatat arus peti kemas sebesar 128 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs).

Capaian tersebut melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar 124 ribu TEUs per bulan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kinerja positif operasional TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik di tengah dinamika perdagangan global.

“Pencapaian Pada Agustus 2026 ini turut mencerminkan tren positif, dimana volume ekspor mencatatkan porsi lebih tinggi dibandingkan impor,” kata Erika dikutip Kamis (10/9/2026).

Lebih jauh ia menjelaskan, arus peti kemas ekspor tercatat sebesar 51 persen (65 ribu TEUs) , sedangkan impor berada di angka 49 persen (63 ribu TEUs).

“Kondisi ini mencerminkan tetap terjaganya aktivitas ekspor nasional serta meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” sambungnya.

Erika menjelaskan, dari sisi produktivitas bongkar muat, TPS mencatatkan rata-rata 52 box per ship per hour.

Angka ini melampaui standar minimum 48 box per ship per hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.

“Selain itu, TPS berhasil mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkapnya.

Sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, Erika menyebut jika TPS telah melakukan modernisasi peralatan melalui penambahan 4 unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG).

Kehadiran peralatan berbasis listrik tersebut tidak hanya mendukung program operasional yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan keandalan dan efisiensi proses bongkar muat.

READ  TPS Dukung Program Dokar Baksose Suroboyo di Kecamatan Lakarsantri

“Dengan pemanfaatan peralatan baru yang semakin optimal, TPS menargetkan peningkatan produktivitas operasional secara berkelanjutan, mempercepat waktu pelayanan kapal dan peti kemas, serta memberikan layanan yang semakin kompetitif bagi para pengguna jasa,” jelasnya.

Capaian ini merupakan bentuk kepercayaan atas layanan TPS dari para pengguna jasa.

“Pencapaian throughput sebesar 128 ribu TEUs pada Agustus 2026 yang melebihi target perusahaan merupakan indikator positif bagi kinerja operasional TPS. Di samping itu, terjadinya surplus arus peti kemas ekspor dibandingkan impor menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional, khususnya ekspor, tetap tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. TPS akan terus menjaga keandalan layanan, meningkatkan produktivitas operasional, serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Terminal Petikemas Surabaya, Kinerja TPS, Agustus 2026, Arus Petikemas Ekspor,

Arus Peti Kemas TPS Tetap Menunjukkan Tren Positif Pada Bulan Agustus 2026

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada Agustus 2026 mencatat arus peti kemas sebesar 128 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs).

Capaian tersebut melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar 124 ribu TEUs per bulan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kinerja positif operasional TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik di tengah dinamika perdagangan global.

“Pencapaian Pada Agustus 2026 ini turut mencerminkan tren positif, dimana volume ekspor mencatatkan porsi lebih tinggi dibandingkan impor,” kata Erika dikutip Kamis (10/9/2026).

Lebih jauh ia menjelaskan, arus peti kemas ekspor tercatat sebesar 51 persen (65 ribu TEUs) , sedangkan impor berada di angka 49 persen (63 ribu TEUs).

“Kondisi ini mencerminkan tetap terjaganya aktivitas ekspor nasional serta meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” sambungnya.

READ  Harga Batubara Acuan Periode Pertama Agustus 2026 Turun jadi USD 124,44 per Ton

Erika menjelaskan, dari sisi produktivitas bongkar muat, TPS mencatatkan rata-rata 52 box per ship per hour.

Angka ini melampaui standar minimum 48 box per ship per hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.

“Selain itu, TPS berhasil mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkapnya.

Sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, Erika menyebut jika TPS telah melakukan modernisasi peralatan melalui penambahan 4 unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG).

Kehadiran peralatan berbasis listrik tersebut tidak hanya mendukung program operasional yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan keandalan dan efisiensi proses bongkar muat.

“Dengan pemanfaatan peralatan baru yang semakin optimal, TPS menargetkan peningkatan produktivitas operasional secara berkelanjutan, mempercepat waktu pelayanan kapal dan peti kemas, serta memberikan layanan yang semakin kompetitif bagi para pengguna jasa,” jelasnya.

Capaian ini merupakan bentuk kepercayaan atas layanan TPS dari para pengguna jasa.

“Pencapaian throughput sebesar 128 ribu TEUs pada Agustus 2026 yang melebihi target perusahaan merupakan indikator positif bagi kinerja operasional TPS. Di samping itu, terjadinya surplus arus peti kemas ekspor dibandingkan impor menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional, khususnya ekspor, tetap tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. TPS akan terus menjaga keandalan layanan, meningkatkan produktivitas operasional, serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional secara berkelanjutan,” ungkapnya. (BSL)