Keuangan

Tembus Rp 1.580 Triliun, DPK BRI Tumbuh 6,7 Persen di Triwulan II/2026

265
×

Tembus Rp 1.580 Triliun, DPK BRI Tumbuh 6,7 Persen di Triwulan II/2026

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pelayanan kepada nasabah di salah satu konter BRI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Hingga akhir triwulan II/2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.580,7 triliun.

Capaian kinerja bank plat merah itu tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 1.482,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada periode yang sama, rasio dana murah (CASA) meningkat dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen, memperkuat porsi dana murah dalam struktur pendanaan BRI.

“Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujar Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dikutip Kamis (10/9/26).

Hingga akhir triwulan II/2026, pengguna aktif BRImo mencapai 22,3 juta, dengan 3,3 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp 4.166 triliun.

Aktivitas tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap funding dan revenue BRI.

Melalui BRILink Agen, CASA meningkat 28,6 persen menjadi Rp 30,7 triliun, sementara fee income tumbuh 16,3 persen menjadi sekitar Rp 915,7 miliar.

Layanan BRI juga diperluas kepada masyarakat Indonesia di luar negeri, salah satunya melalui BRImo Taiwan yang diluncurkan pada 23 Agustus 2026.

Sejak soft launching pada 22 Maret 2026, BRImo Taiwan telah mencapai lebih dari 1.460 pengguna.

BRImo Taiwan menyediakan layanan mobile banking 24/7 dengan berbagai fitur, mulai dari pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, hingga konversi valuta asing USD ke NTD.

Aquarius menegaskan bahwa ke depan BRI akan terus mengintegrasikan BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll, dan transaction banking untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh segmen nasabah.

READ  Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak jadi Rp 8.093 Triliun

“Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI,” ujarnya.

“Inilah yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat pula kemampuan kami membangun dana murah secara organik,” pungkas Aquarius. (RUI)