Headline

Penutupan Delapan Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Diperpanjang

334
×

Penutupan Delapan Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Diperpanjang

Sebarkan artikel ini
SERIUS: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) terus memantau aktivitas sejumlah bandara yang terimbas erupsi Anak Gunung Krakatau, Minggu malam (6/9/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengoperasian kembali bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau akan dilakukan ketika keselamatan sudah dapat diketahui secara pasti.

Oleh sebab itu, melihat kondisi saat ini, demi keselamatan penerbangan, maka penutupan delapan bandara terdampak kembali diperpanjang hingga Senin, 7 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, hal tersebut dilakukan sesuai NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 berlaku sampai dengan 08.59 WIB.

Penutupan serupa juga dilakukan di bandara lainnya antara lain Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis. Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan,” ujar Dudy, di Jakarta, Minggu malam (6/9/2026).

Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan terus memantau perkembangan aktivitas dan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Salah satu upayanya adalah melakukan paper test setiap 30 menit sekali di seluruh bandara, guna mengetahui apakah penyebaran abu semakin melebar atau berkurang.

Jika kondisi sudah kembali normal dan bandara bisa kembali beroperasi, Menhub Dudy menegaskan, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada pesawat yang akan digunakan.

“Biasanya semua airlines sudah menyiapkan. Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya. Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin. Kita pastikan harus dicek dulu sebelum beroperasi untuk keselamatan penerbangan,” ujar Dudy. (FZU)

READ  KAI Pulihkan Operasional Pascabanjir, Jalur Pekalongan-Sragi Kini Dapat Dilalui dengan Kecepatan Terbatas