Bisnis

Terinspirasi Warisan Budaya Jawa Timur, Ini Dia Identitas Kuliner Baru Kafe Bromo Hotel Sheraton

310
×

Terinspirasi Warisan Budaya Jawa Timur, Ini Dia Identitas Kuliner Baru Kafe Bromo Hotel Sheraton

Sebarkan artikel ini
MALAM BUDAYA: Tari Remo mewakili budaya Arek menjadi pembuka launching The Soul of East Java sebagai identitas kuliner baru Kafe Bromo di Sheraton Surabaya Hotel and Towers, Jumat (28/8/2026) malam. (NOFILAWATIN ANISA/INVESTOR BISNIS)

INVESTORBISNIS.COM – Kafe Bromo, restoran legendaris di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, memperkenalkan identitas baru “The Soul of East Java.”

Yaitu sebuah transformasi yang memperkuat posisinya sebagai destinasi kuliner yang mengangkat kekayaan cita rasa dan warisan budaya Jawa Timur.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Melalui identitas baru ini, Kafe Bromo menghadirkan pengalaman bersantap yang memadukan kekayaan tradisi, kualitas premium, serta sentuhan modern dalam suasana yang berkelas dan sarat cerita budaya.

Transformasi ini tidak hanya tercermin melalui peningkatan pengalaman pelayanan, tetapi juga melalui pembaruan identitas visual, khususnya logo Kafe Bromo.

Logo baru tersebut terinspirasi dari bunga Edelweis, yang merepresentasikan keabadian sekaligus keindahan alam Jawa Timur.

Satu titik bulat di bagian tengah yang dikelilingi sembilan putik bunga merepresentasikan Gunung Bromo yang dikelilingi oleh sembilan gunung lainnya di Jawa Timur.

Sementara itu, bentuk segitiga pada setiap putik terinspirasi dari siluet Kayon dalam pewayangan, yang juga merepresentasikan gunung dan pohon kehidupan sebagai simbol hubungan manusia dengan alam semesta.

Multi-Property General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Reza Aryawarman mengatakan, transformasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat perjalanan Kafe Bromo sebagai destinasi kuliner yang merepresentasikan Jawa Timur.

“Selama lebih dari tiga dekade, Kafe Bromo telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Hari ini kami membuka babak baru dengan identitas yang semakin mencerminkan karakter Jawa Timur, sekaligus memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik, berkualitas, dan berstandar internasional,” ujar Reza, Jumat (28/8/2026) malam.

Para tamu juga akan diajak menikmati kurang lebih 55 menu yang merepresentasikan kekayaan kuliner Jawa Timur.

READ  Dari Dapur Rumah di Sidoarjo, Queen Dawet Tembus Pasar Hong Kong

Angka ini menjadi bagian dari konsep lima dimensi cita rasa dan lima ekspresi warisan kuliner.

Sekaligus merayakan keberagaman rasa, tradisi, teknik, bahan, dan cerita yang membentuk identitas kuliner Jawa Timur.

Beberapa sajian yang menjadi signature antara lain rujak cingur, pecel madiun, rawon surabaya, ayam lodho trenggalek, bebek madura, hingga beragam jajanan tradisional khas Jawa Timur yang salah satunya wingko brulee.

Perjalanan kuliner tersebut juga membawa tamu menjelajahi karakter dari lima kawasan budaya Jawa Timur, mulai dari kuliner Mataraman yang berada di wilayah Jawa Timur bagian barat yaitu Kediri hingga Madiun, Arek yang mencakup Surabaya hingga Malang, Tapal Kuda yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi, kawasan Pesisir Pantura di bagian utara Jawa Timur, serta keseluruhan pulau Madura..

Executive Chef Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Husain Shahab menjelaskan bahwa konsep kuliner yang dihadirkan Kafe Bromo tidak berhenti pada pelestarian resep tradisional, tetapi juga memberikan interpretasi yang lebih modern dengan tetap menghormati karakter aslinya.

“Di Kafe Bromo, kami menghadirkan konsep Elevated East Java Cuisine—menghormati resep-resep yang diwariskan secara turun-temurun, kemudian menyempurnakannya melalui teknik memasak modern, kualitas bahan terbaik, dan standar hotel internasional. Kami ingin setiap hidangan tetap memiliki karakter Jawa Timur yang kuat, namun hadir dalam pengalaman yang lebih elegan dan berkelas,” ujar Husain Shahab.

Salah satu sajian yang menjadi representasi konsep tersebut adalah rujak cingur.

Hidangan ikonik Jawa Timur ini dipersiapkan dengan teknik tradisional menggunakan bahan-bahan berkualitas yang bersumber dari pemasok lokal.

Cingur sapi dimasak perlahan hingga menghasilkan tekstur yang lembut, sementara sayuran, buah, lontong, tahu, dan tempe dipilih untuk menjaga kesegaran setiap sajian.

READ  INKA Kirim 120 Unit Gerbong Tambahan ke Selandia Baru

Bumbu petis sebagai elemen utama dibuat dengan perpaduan bahan pilihan dari pesisir Jawa Timur, kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih, dan pisang klutuk yang diulek untuk menghasilkan rasa yang kaya dan kompleks.

Pendekatan tersebut sekaligus mendukung penggunaan produk dari petani, produsen, dan pemasok lokal Jawa Timur.

“Dengan semangat “The Soul of East Java”, Kafe Bromo mengajak para tamu untuk tidak sekadar menikmati hidangan, tetapi juga mengenal keberagaman rasa, budaya, dan cerita yang membentuk identitas kuliner Jawa Timur,” pungkasnya. (QBP)