Keuangan

Inklusi Keuangan Nasional Sudah Lampaui Target

251
×

Inklusi Keuangan Nasional Sudah Lampaui Target

Sebarkan artikel ini
PENTING: Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso (baju batik) di acara Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026, yang diselenggarakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Peningkatan inklusi dan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun ketahanan ekonomi.

Akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang semakin luas perlu diimbangi dengan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung perencanaan keuangan untuk masa depan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pemerintah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) terus mendorong perluasan akses dan peningkatan literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda melalui lingkungan sekolah dan pesantren.

Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga untuk membangun kebiasaan dan karakter positif sejak dini, khususnya dalam mengelola keuangan dan membudayakan perilaku menabung.

“Untuk adik-adik semuanya, sekali lagi dengan menabung berarti kita memastikan masa depan kita. Karena itu pentingnya, sejak awal ayo terus menabung untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” ajak Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam acara Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026, yang diselenggarakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Lebih lanjut, Susiwijono juga menyampaikan bahwa berbagai upaya tersebut telah menunjukkan capaian yang positif.

Hal itu tercermin dari tingkat inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 93,6 persen dan melampaui target yang ditetapkan.

Pemerintah mematok inklusi keuangan sebesar 93 persen di tahun 2029.

Perkembangan tersebut juga terlihat dari semakin mudahnya akses layanan keuangan bagi pelajar.

“Termasuk melalui layanan Laku Pandai dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan menabung di lingkungan sekolah,” lanjutnya.

Menurut Susiwijono, lebih dari sekadar memperluas akses terhadap layanan keuangan, program inklusi dan literasi keuangan bagi pelajar, juga diarahkan untuk membangun karakter dan kebiasaan finansial yang positif sejak dini.

READ  BSI Catat Laba Bersih Rp 4,16 Triliun di Semester I/2026

“Melalui pembiasaan menabung, generasi muda diharapkan dapat memiliki kedisiplinan dalam mengelola keuangan sekaligus membangun kesadaran untuk mempersiapkan kebutuhan dan masa depan secara lebih terencana,” ungkapnya.

Diakuinya, meskipun capaian inklusi keuangan nasional telah melampaui target, pemerintah memandang masih terdapat ruang untuk terus memperluas inklusi keuangan, terutama bagi anak-anak dan pelajar.

“Penguatan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu peluang penting untuk memperluas jangkauan program serta memberikan akses layanan keuangan yang semakin mudah, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda,” jelas Susiwijono.

Ke depan, kata Susiwijono, DNKI bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus meningkatkan sinergi dalam memperkuat program inklusi dan literasi keuangan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga membentuk generasi yang semakin melek keuangan, disiplin dalam mengelola keuangan, dan mampu mempersiapkan masa depan secara lebih baik.

“Jadi, saya kira kebiasaan menabung ini kebiasaan yang sangat baik untuk kita semuanya. Mudah-mudahan dengan menabung ini kita bisa mendorong perekonomian kita yang lebih baik lagi,” pungkas Susiwijono. (TXJ)