Keuangan

Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Catat Rekor Tertinggi

298
×

Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Catat Rekor Tertinggi

Sebarkan artikel ini
PAPARAN: Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah), Wakil Dirut Bob T Ananta (dua dari kiri), Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho (dua dari kanan), Direktur Risk Management Grandhis H.Harumansyah (kiri) dan Direktur Retail Banking Kemas Erwan Husainy (kanan) pada paparan kinerja perseroan triwulan II/2026 di Kantor Pusat BSI Jakarta (21/8/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menutup semester I/2026 dengan kinerja yang semakin solid seiring keberhasilan perseroan memperkuat pondasi teknologi dan kapabilitas digital.

Investasi strategis tersebut mulai menunjukkan hasil nyata melalui peningkatan jumlah nasabah ke level tertinggi sepanjang sejarah BSI (all-time high), yang menjadi modal penting dalam memperluas peluang bisnis dan memperkuat pertumbuhan berkelanjutan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, tertinggi sejak BSI berdiri.

Tren pertumbuhan nasabah terlihat sejak Januari 2026. Memasuki Mei 2026, selesai transformasi teknologi, jumlah nasabah bertumbuh di atas 200 ribu per bulan.

Pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BSI.

Sekaligus memperbesar potensi pengembangan bisnis melalui peningkatan dana murah, pembiayaan, transaksi digital, wealth management, bisnis emas, hingga layanan haji dan umrah.

Hal ini diperkuat dengan kombinasi dual licence sebagai bank syariah dan bank emas (bulion) yang mendorong pertumbuhan nasabah yang mengaksesnya melalui layanan digital.

Direktur Utama (Dirut) BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, investasi besar yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, tetapi juga membangun pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal bagi jutaan nasabah.

“Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah,” ujar Anggoro dikutip Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, penguatan kapabilitas teknologi telah meningkatkan kapasitas sistem BSI secara signifikan sehingga mampu mengakomodasi pertumbuhan volume transaksi dan jumlah pengguna digital yang terus meningkat.

READ  Sinergi KUB Dongkrak Kinerja Bank Jatim, Laba Semester I/2026 Melonjak Jadi Rp 1,2 Triliun

Fondasi teknologi yang semakin kuat tersebut menjadi landasan bagi BSI untuk terus mengembangkan layanan digital melalui Byond by BSI, yang kini menjadi kanal utama transaksi nasabah dengan berbagai layanan perbankan syariah.

“Hal ini didukung oleh interaksi nasabah yang tercermin dari 1 miliar akses login selama 2026,” lanjutnya.

Lebih jauh Anggoro mengatakan, melalui Byond by BSI, nasabah memperoleh pengalaman layanan yang semakin terintegrasi, mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, pengelolaan haji, hingga layanan keuangan lainnya dalam satu platform digital.

“BSI juga terus memperluas solusi digital melalui Hasanah KKI Card Digital, sebagai kartu KKI syariah pertama di Indonesia yang sekaligus salah satu strategi memperkuat penetrasi pembiayaan ritel,” ungkapnya.

Anggoro menjelaskan, melalui Hasanah Digital, kartu pembiayaan virtual tanpa kartu fisik, nasabah dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah, fleksibel, dan real time melalui aplikasi Byond by BSI.

Selain itu, Byond by BSI juga semakin lengkap dengan adanya berbagai fitur unggulan lainnya, mulai dari Nabung Rutin Haji, Gadai dari Cicil Emas yang akan lunas, hingga pembukaan rekening tabungan yang terintegrasi dengan tabungan emas dan tabungan haji.

“Byond by BSI juga menghadirkan fitur Byond affiliate, mekanisme referral baru yang mempermudah nasabah merekomendasikan Byond sekaligus mendapatkan reward menarik sebagai affiliator,” katanya.

Ditambahkan Anggoro, penguatan digital tersebut turut memperbesar ekosistem bisnis BSI.

Hingga Juni 2026, perseroan melayani 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, 594,6 ribu nasabah cicil emas, 209,7 ribu nasabah gadai emas, serta lebih dari 585 ribu merchant QRIS.

“Ekosistem yang terus berkembang ini semakin memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin bank syariah nasional dengan layanan yang lengkap, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat,” pungkasnya. (OPI)