Umum

Jamu Jawa Timur Diarahkan Naik Kelas

374
×

Jamu Jawa Timur Diarahkan Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Jamu di Jawa Timur diarahkan naik kelas menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) dan fitofarmaka melalui Raperda tentang Obat Bahan Alam yang dibahas DPRD Jatim.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jatim, Agus Cahyono mengatakan, peningkatan kelas jamu menjadi OHT dan fitofarmaka akan ditempuh melalui standardisasi, saintifikasi, dukungan laboratorium, peningkatan kompetensi SDM, serta fasilitasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), registrasi, dan halal.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Peningkatan jamu menjadi OHT dan fitofarmaka ditempuh melalui standarisasi, saintifikasi, laboratorium, kompetensi SDM, serta fasilitasi CPOTB, registrasi, dan halal,” kata Agus dikutip Jumat (21/8/2026).

Agus menjelaskan, pengembangan obat bahan alam juga diarahkan agar hasil riset dapat berlanjut ke tahap uji coba, komersialisasi, dan inkubasi.

“Riset diarahkan dari standarisasi menuju uji coba, komersialisasi, dan inkubasi,” ujarnya.

Dukungan pengembangan tersebut mencakup pendanaan, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), laboratorium, kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset, hingga alih teknologi.

“Dukungan meliputi pendanaan, HKI, laboratorium, kemitraan perguruan tinggi, lembaga riset, dan usaha, serta alih teknologi untuk manfaat kesehatan dan ekonomi,” ungkapnya.

Selain pengembangan produk, lanjut Agus, Bapemperda juga menyiapkan pendampingan bagi usaha mikro dan kecil (UMK), mulai dari perizinan, CPOTB, registrasi, sertifikasi halal hingga pembiayaan.

“UMK memperoleh pendampingan perizinan, CPOTB, registrasi, halal, dan pembiayaan. Pasar diperluas melalui digitalisasi, pameran, temu bisnis, serta misi dagang,” ujarnya.

Pengembangan obat bahan alam juga diarahkan untuk menjaga sumber daya hayati serta melindungi pengetahuan tradisional masyarakat melalui konservasi, dokumentasi, dan perlindungan HKI.

Agus menyebut pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk obat bahan alam yang aman, tetapi juga meningkatkan kelas usaha dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

READ  Banggar DPRD Jatim: Perubahan APBD 2025 Bukan Hanya Soal Angka, tapi Kesejahteraan Rakyat

“Targetnya meliputi produk aman, kenaikan kelas UMKM, ekspor, serta kontribusi ekonomi dan PAD,” pungkas Agus. (UWR)