Investasi

Menko Airlangga Sebut 1.800 Ton Emas Warga RI Disimpan di Bawah Bantal

369
×

Menko Airlangga Sebut 1.800 Ton Emas Warga RI Disimpan di Bawah Bantal

Sebarkan artikel ini
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Salah satu pendukung ekonomi Indonesia adalah keberadaan bank emas untuk menyimpan dan memperdagangkan komoditas emas yang sudah banyak ditambang di Indonesia.

Meskipun baru beroperasi satu tahun, dua motor ekosistem bullion, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp 360 triliun atau sekitar USD 20 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Bahkan, update terkini kelolaan bank emas telah mencapai 179 ton.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, dari segi investasi, pemerintah berharap pertumbuhan bisnis emas di Pegadaian dan BSI bisa double digit.

“Seperti tadi juga disampaikan Ketum IBMA Ibu Selfie bahwa emas yang ada di bawah bantal itu sekitar 1.800 ton, yang nilainya juga luar biasa yaitu USD 252 miliar. Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, dari USD 252 miliar ini, mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan, di bank syariah maupun Pegadaian. Ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau bisa kita lakukan,” jelas Airlangga ketika menyampaikan keynote speech pada acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA), di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Arah Kebijakan Ekonomi 2027 menempatkan bulion dan IBMA sebagai salah satu fokus strategis dalam revitalisasi sektor ekonomi, bersama Bursa Komoditas Mineral dan pembentukan Indonesia Reference Price.

Perkembangan kinerja kegiatan usaha bulion menunjukkan bahwa fondasi pasar telah terbentuk.

Agenda bank emas telah bergerak dari pembentukan regulasi menuju pemanfaatan yang semakin luas, sehingga tahap berikutnya adalah pendalaman kualitas pasar yang diarahkan pada likuiditas, transparansi pembentukan harga, standardisasi, tata kelola, dan integrasi ekosistem.

READ  Iklim Investasi Semakin Kondusif, Enam Perusahaan Antre IPO di BEI

“Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian Bapak Presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank. Sehingga, bulion ini menjadi sesuatu yang diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor pertambangan and energi,” sambungnya.

Menurut Airlangga, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang sangat kaya, namun banyak yang belum mempunyai ekosistem utuh, dan salah satu yang mempunyai ekosistem utuh adalah di sektor emas.

Mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan termasuk Exchange-Traded Fund (ETF), lalu perdagangan, industri perhiasan yang punya sentra sendiri di Surabaya dan juga infrastruktur pasar.

“Penguatan tata kelola dan daya saing ekosistem bulion Indonesia harus menjadi agenda prioritas, dan dapat diwujudkan melalui beberapa hal,” tegasnya.

Pertama, membangun arsitektur pasar emas yang terintegrasi, yaitu kegiatan usaha bullion, refinery dan manufaktur, perdagangan fisik, bursa komoditas, ETF Emas, kliring, dan settlement.

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai berjalan 1 Januari 2027 diarahkan untuk memperkuat price discovery dan pembentukan Indonesia Reference Price.

Kedua, memperkuat standar, data, dan traceability, bahwa di sini IBMA perlu mendorong gold registry, Indonesia Gold Traceability System, kajian rantai pasok, standardisasi Responsible Gold, serta database dan statistik industri sebagai fondasi pasar yang kredibel dan transparan.

Ketiga, meningkatkan kualitas debottlenecking kebijakan yakni IBMA diharapkan menyusun policy issue map berdasarkan urgensi, dampak ekonomi, keterkaitan hulu-hilir, dan alternatif penyelesaian, sehingga kajian regulasi menjadi basis penyelesaian kebijakan yang lebih cepat, terukur, dan implementatif.

Keempat yaitu memperkuat edukasi, literasi, dan positioning internasional, bahwa IBMA diharapkan membangun signature conference/expo berskala internasional yang menjadi ikon asosiasi dan diselenggarakan secara berkala.

READ  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Rabu (15/4/2026), Kompak Naik, Antam Melonjak Paling Tinggi

“Pemerintah berharap dengan kehadiran IBMA dapat memperkuat koordinasi yang dibangun sejak awal menuju proses bulion yang berkesinambungan dari hulu dan hilir. Saya tentu berharap bahwa seluruh stakeholder nantinya bisa mengikuti 11 founding members untuk memperkuat IBMA sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya ucapkan selamat kepada seluruh badan pengawas, pengurus, pendiri, dan anggota IBMA. Selamat bekerja dan berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem bulion Indonesia,” pungkas Airlangga. (HJF)