Keuangan

Kemampuan dan Kemauan Menabung Konsumen Turun, Ini Penyebabnya

319
×

Kemampuan dan Kemauan Menabung Konsumen Turun, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Hasil survey LPS menyebutkan bahwa Indeks Menabung Konsumen di bulan Juli 2026 mengalami penurunan. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS menunjukkan bahwa Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada bulan Juli 2026 berada di level 77,7, turun 4,0 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan terjadi pada kedua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) yang turun 1,3 poin ke level 71,9 dan Indeks Kemauan Menabung (IKMM) yang turun 6,6 poin ke level 83,6.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan pengeluaran rumah tangga, antara lain untuk biaya pendidikan, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Penurunan IKPM tercermin dari persentase responden yang menyatakan sering menabung, yang sedikit menurun dari 17,1 persen pada Juni 2026 menjadi 17,0 persen pada Juli 2026,” tulis LPS dalam keterangan resminya dikutip Senin (17/8/2026).

Pada periode yang sama, persentase responden yang menyatakan jumlah tabungannya lebih kecil dari yang direncanakan meningkat dari 37,1 persen menjadi 38,1 persen.

Sementara itu, penurunan IKMM sejalan dengan menurunnya persentase responden yang menilai bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menabung, dari 27,0 persen pada Juni 2026 menjadi 23,2 persen pada Juli 2026.

Penilaian terhadap waktu menabung dalam tiga bulan mendatang juga menurun, dari 34,8 persen menjadi 28,5 persen.

Berdasarkan kelompok pendapatan rumah tangga (RT), IMK pada sebagian besar kelompok pendapatan menurun pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok RT berpendapatan di atas Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per bulan, yaitu sebesar 4,1 poin.

Diikuti kelompok RT berpendapatan Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan sebesar 1,8 poin, dan kelompok RT berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan sebesar 0,4 poin.

READ  RANS Entertainmen Milik Raffi Ahmad-Nagita Slavina Gelar IPO, Tawarkan 2,52 Miliar Saham

Sebaliknya, IMK kelompok RT berpendapatan di atas Rp 7 juta per bulan meningkat 4,3 poin dan tetap berada di atas level 100 pada Juli 2026.

Optimisme Konsumen Melemah
Dalam laporannya LPS juga menyebut jika Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 turun 4,9 poin menjadi 84,2 dari 89,1 pada Juni 2026.

Penurunan terjadi baik pada Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) maupun Indeks Ekspektasi (IE).

ISSI turun 6,1 poin menjadi 63,9, sedangkan IE turun 4,0 poin menjadi 99,5.

Perkembangan tersebut menunjukkan melemahnya persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini maupun prospeknya ke depan.

Pada komponen situasi saat ini, pelemahan terutama terlihat pada penilaian terhadap kondisi ekonomi lokal dan ketersediaan lapangan kerja.

Sementara itu, pada komponen ekspektasi, terjadi penurunan persepsi konsumen terhadap prospek perekonomian dan pendapatan pada masa mendatang.

Penurunan IKK dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kenaikan harga bahan pokok, sulitnya lapangan kerja, kenaikan harga BBM, adanya kegagalan panen, harga pupuk mahal dan langka, serta kelangkaan BBM. Faktor-faktor tersebut mencatat kenaikan dari bulan sebelumnya.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi, disertai antrean pembelian BBM di sejumlah daerah, turut meningkatkan perhatian konsumen terhadap potensi kenaikan harga barang dan pengeluaran rumah tangga.

Ditinjau berdasarkan kelompok pendapatan, IKK pada hampir seluruh kelompok RT mengalami penurunan pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok RT berpendapatan di atas Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan sebesar 6,8 poin.

Diikuti kelompok RT berpendapatan di atas Rp 7 juta per bulan sebesar 6,3 poin dan kelompok RT berpendapatan di atas Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per bulan sebesar 3,4 poin.

READ  BEI Bawa Pasar Modal Syariah Indonesia ke Level Global

Sebaliknya, IKK kelompok RT berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan meningkat 4,7 poin.

Adapun IKK kelompok RT berpendapatan di atas Rp 7 juta per bulan masih berada di atas level 100, yang menunjukkan bahwa optimisme kelompok tersebut terhadap kondisi perekonomian masih terjaga. (XSW)