Keuangan

Perkuat Bisnis Pangan, BTN Siapkan Rp 3 Triliun untuk ID Food

389
×

Perkuat Bisnis Pangan, BTN Siapkan Rp 3 Triliun untuk ID Food

Sebarkan artikel ini
TEKEN: BTN dan ID Food menandatangani kerja sama terkait plafon pembiayaan senilai Rp 3 triliun. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – BUMN Holding Pangan ID Food dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperbesar skala kolaborasi untuk memperkuat bisnis dan ekosistem pangan nasional.

Melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (1/10/2026), BTN menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp 3 triliun untuk mendukung kebutuhan modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi ekosistem ID Food Group.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kemampuan ID Food dalam menghubungkan pasokan pangan dari hulu dengan kebutuhan pasar di hilir.

“Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID Food untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif,” ujar Ghimoyo, Kamis (1/10/2026).

Fasilitas pembiayaan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas bisnis pangan, termasuk komoditas beras, gula, minyak goreng, serta pangan strategis lainnya.

Kolaborasi ID Food dan BTN sendiri bukan kerja sama yang baru dimulai.

Sejak 2024, BTN telah mendukung sejumlah aktivitas bisnis ID Food Group, mulai dari Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), hingga pembiayaan bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu.

Hingga saat ini, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID Food Group mencapai sekitar Rp 5 triliun.

“Utilisasi sekitar Rp 5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” kata Ghimoyo.

Kerja sama juga diperluas melampaui pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan semakin diarahkan untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, serta karyawan dalam jaringan ID Food Group.

READ  Strategi ID Food Pangkas Rantai Pasok Pangan

Di sisi internal, sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN.

Digitalisasi juga mulai diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID Food serta pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN.

“Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien,” ungkapnya.

Menurut Ghimoyo, integrasi pembiayaan, transaksi, dan digitalisasi menjadi penting untuk mempercepat perputaran bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan.

“Kami mengapresiasi BTN atas sinergi yang telah terbangun sejak 2024. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus tumbuh, menjangkau lebih banyak pelaku dalam ekosistem pangan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Direktur BTN Nixon LP Napitupulu memandang ID Food memiliki posisi yang sangat strategis sebagai Holding BUMN Pangan.

Mengingat, ketahanan pangan sebagai salah satu fundamental utama kekuatan ekonomi domestik.

Peran ID Food tidak hanya mencakup produksi, tetapi juga sebagai offtaker hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, sekaligus mendukung proses pengolahan, perdagangan, dan distribusi pangan.

“Dengan demikian, ID Food memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, semakin efficient dan connected ekosistem ID Food, semakin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Nixon.

Nixon memastikan ekosistem strategis seperti ID Food dapat berkembang semakin efficient, connected, dan scalable.

Kerja sama BTN dan ID Food telah dimulai melalui dukungan fasilitas kredit. Hanya saja, financing is only the beginning.

READ  OJK Lantik Deputi Komisioner Baru untuk Siapkan Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis sehari-hari ID Food.

Peran tersebut diwujudkan lewat dukungan transaksi sehari-hari. Mulai dari collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction.

Termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID Food. Karena itu, penandatanganan MoU hari ini menjadi langkah penting.

“BTN sebagai mitra yang hadir dalam setiap aktivitas bisnis ID Food,” ujar Nixon.

Menurut Nixon, salah satu potensi besar ID Food adalah pengembangan Warung Pangan.

BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem.

“BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID Food. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected,” ungkapnya. (GUI)