Umum

Prasarana Transportasi Rusak Akibat Gempa NTT, Mulai Pelabuhan hingga Kapal Penumpang

256
×

Prasarana Transportasi Rusak Akibat Gempa NTT, Mulai Pelabuhan hingga Kapal Penumpang

Sebarkan artikel ini
RUSAK: Gempa bumi di NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi mengakibtaan sejumlah bangunan rusak, termasuk milik Kementerian Perhubungan di daerah gempa. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.

Berdasarkan informasi yang diterima, gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi di wilayah tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Beberapa yang terdampak antara lain, Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara Komodo.

Gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say.

Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan.

Di Pelabuhan Reo, terdapat kerusakan di bagian kantor dan juga terminal, namun tidak ada korban jiwa.

Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di Pelabuhan Nangakeo, mulai dari plafon runtuh hingga tembok retak. Akibatnya, layanan perintis dihentikan sementara.

Adapun di Banda Udara Komodo, terdapat kerusakan pada fasilitas Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, Gedung Administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara (fillet Taxiway A).

Tidak ditemukan adanya korban jiwa dan bandara ini tetap beroperasi normal dengan pembatasan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi yang terdampak tetap menjadi prioritas utama.

“Kami turut berduka cita dan prihatin atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT,” kata Dudy dikutip Minggu (16/8/2026).

Ia melanjutkan, kemenhub telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara.

Tujuannya guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi.

“Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” lanjutnya.

READ  Sambut Nataru 2025/2026, Telkomsel Perkuat Jaringan 4G/5G di 59 Titik Keramaian Jateng-DIY

Dudy menginstruksikan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, seperti BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, dan operator transportasi, guna memantau situasi di lapangan pasca terjadinya gempa bumi.

Ia meminta seluruh petugas untuk fokus pada proses penyelamatan penumpang dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” terang Dudy.

Dudy juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah terdampak dan memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kemenhub juga akan menyampaikan informasi secara berkala jika ada informasi terkait sarana dan prasarana yang terdampak gempa bumi.

“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Dudy. (THN)