Umum

PLN UID Jatim Tambah 75 SPKLU untuk Kejar Rasio Ideal Kendaraan Listrik

259
×

PLN UID Jatim Tambah 75 SPKLU untuk Kejar Rasio Ideal Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik tercermin dari konsumsi listrik pada SPKLU dan layanan home charging. (IG/IST)

INVESTORBISNIS.COM – Sepanjang tahun 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menargetkan penambahan 75 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Langkah ini dilakukan untuk memperluas ketersediaan infrastruktur pengisian daya sekaligus mengimbangi pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Jawa Timur.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan penguatan jaringan SPKLU menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik dan transisi energi bersih di Jawa Timur.

“Penambahan ini merupakan komitmen kami untuk melayani masyarakat. Tidak hanya memfasilitasi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memastikan ketersediaan infrastrukturnya,” kata Eric saat meresmikan SPKLU di Kantor PLN UP3 Surabaya Barat, Sidoarjo, dikutip Jumat (2/10/2026).

Saat ini, sekitar 327 unit SPKLU telah beroperasi di berbagai wilayah Jawa Timur. Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik juga tercermin dari konsumsi listrik pada SPKLU dan layanan home charging yang mencapai 5,59 juta kWh hingga Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat sekitar 400 persen atau empat kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya seiring bertambahnya kendaraan listrik di Jawa Timur.

Eric menjelaskan, saat ini rasio SPKLU terhadap populasi mobil listrik di Jawa Timur berada pada angka 1:18.

PLN secara bertahap menargetkan rasio tersebut dapat ditekan menjadi 1:10 hingga 1:12.

“Target kami menuju rasio 1:10 atau 1:12. Namun, ini bukan hanya komitmen PLN, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, PLN mengalokasikan anggaran internal untuk pengadaan sekitar 63 hingga 64 unit mesin pengisian pada 2026.

READ  BMKG Prakirakan Cuaca Surabaya Hari Ini Didominasi Cerah Berawan

Sementara kebutuhan lainnya akan dipenuhi melalui skema kemitraan. Skema kerja sama yang ditawarkan mencakup penyediaan lahan, pengadaan mesin pengisian daya, hingga integrasi sistem pengelolaan aplikasi.

Dengan demikian, perluasan jaringan SPKLU tidak hanya mengandalkan investasi PLN, tetapi juga membuka ruang bagi keterlibatan berbagai pihak.

Dari tambahan infrastruktur yang tengah berjalan, PLN memproyeksikan rasio SPKLU terhadap kendaraan listrik di Jawa Timur dapat membaik hingga mendekati 1:15 pada akhir 2026.

Selain menambah jumlah titik pengisian, PLN juga menyesuaikan jenis charger dengan karakteristik lokasi dan kebutuhan pengguna.

Di lokasi strategis seperti Kantor PLN UP3 Surabaya Barat, tersedia pengisian cepat (ultra fast/fast charging) arus DC serta pengisian standar arus AC bagi pengguna yang memarkir kendaraan dalam durasi lebih lama.

Perluasan jaringan diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat mobilitas kendaraan listrik yang tinggi, antara lain kawasan Surabaya Raya dan jalur lintasan antarprovinsi menuju Bali.

PLN selanjutnya akan mengevaluasi pola konsumsi energi, karakteristik pengguna, serta potensi permintaan di setiap wilayah sebagai dasar penataan dan pengembangan infrastruktur SPKLU pada 2027.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya berjalan seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan listrik, sekaligus memberikan kemudahan dan kepastian layanan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik di Jawa Timur. (GUD)