Keuangan

Sinergi KUB Dongkrak Kinerja Bank Jatim, Laba Semester I/2026 Melonjak Jadi Rp 1,2 Triliun

296
×

Sinergi KUB Dongkrak Kinerja Bank Jatim, Laba Semester I/2026 Melonjak Jadi Rp 1,2 Triliun

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Kantor Pusat Bank Jatim di Jalan Basuki Rahmat Surabaya. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I/2026.

Penguatan sinergi strategis dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) menjadi salah satu penunjang kinerja postif Bank Jatim di enam bulan pertama di 2026 ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Penguatan sinergi dalam KUB sudah dilakukan Bank Jatim dengan Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung.

Penguatan Bank Jatim sebagai entitas utama dalam KUB melalui berbagai sinergi strategis bersama bank pembangunan daerah anggota KUB pun terus dilakukan.

Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Bank Jatim dalam memperkuat daya saing industri perbankan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberikan nilai tambah

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo menegaskan bahwa KUB bukan sekadar wadah untuk memenuhi regulasi, melainkan langkah konkrit menciptakan ekosistem perbankan daerah yang kuat, efisien, dan kompetitif.

“Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Sinergi ini diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing BPD secara bersama-sama,” ujar Winardi dikutip, Kamis (30/7/2026).

Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung.

Bersama kelima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

Dengan Bank NTB Syariah misalnya, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi.

Adapun saat ini sedang dalam proses integrasi sistem terkait bisnis remitansi bersama dengan menimbang potensi angka PMI di provinsi NTB.

READ  Jadi Pasar Konsumen Produk Halal Terbesar Dunia, Ini Tantangan yang Harus Ditaklukkan Indonesia

Sementara itu, bersama Bank NTT, kerja sama terus menunjukkan perkembangan positif.

Pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kerja sama resiprokal antar kedua belah pihak juga mencatat angka yang terus bertumbuh, terindikasi dengan optimalisasi penambahan penempatan surat berharga.

Selain itu, kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait negosiasi fee layanan remitansi.

Selanjutnya bersama Bank Banten, Bank Jatim telah melakukan penyelarasan ketentuan joint financing guna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kemudian dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas.

Saat ini proses kerja sama berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.

Dijelaskan Winardi, sinergi yang solid antaranggota KUB memberikan dampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi Bank Jatim per Juni 2026.

Dimana total aset mencapai Rp 162,05 triliun, melonjak 37,16 persen (YoY) dari Rp 118,15 triliun pada semester I/2025.

Sementara untuk penyaluran kredit tumbuh 41,68 persen (YoY) menjadi Rp 111,28 triliun dai sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp 78,55 triliun.

“Sehingga laba bersih melonjak 53,49 persne (YoY) menjadi Rp 1,2 triliun, dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 811 miliar,” tegasnya.

Winardi optimistis kolaborasi dengan KUB ini akan terus berlanjut dan menjadi motor penggerak pertumbuhan BPD di Indonesia.

“Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, dan memperkuat kontribusi BPD dalam mendukung perekonomian nasional,” pungkasnya. (IYW)