Umum

Distribusi BBM Subsidi di Jawa Timur Berangsur Normal, Pertamina dan BPH Migas Turun ke Lapangan

295
×

Distribusi BBM Subsidi di Jawa Timur Berangsur Normal, Pertamina dan BPH Migas Turun ke Lapangan

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – Kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Biosolar, di sejumlah wilayah Jawa Timur kini berangsur membaik dan kondusif. Hal ini terjadi setelah sempat muncul antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Merespons situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bergerak cepat melakukan monitoring bersama selama dua hari berturut-turut pada awal pekan ini (1-2 Juli 2026). Langkah percepatan distribusi langsung diambil demi mengamankan kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pemantauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPH Migas bersama Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM dan Wakil Ketua Ombudsman RI. Tim gabungan menyisir pasokan mulai dari titik awal di Terminal BBM (supply point) hingga ke SPBU di sepanjang jalur Surabaya hingga Gresik.

Lonjakan Aktivitas Logistik Tanjung Perak & Libur Sekolah
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa berdasarkan pengecekan langsung, antrean kendaraan di SPBU saat ini sudah jauh berkurang dan melandai.

“Rerata saat ini antrean sekitar 5–6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” ujar Wahyudi, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Wahyudi menjelaskan, wilayah Surabaya dan Gresik merupakan koridor penghubung utama dengan intensitas logistik yang sangat tinggi. Lonjakan kendaraan barang dari Pelabuhan Tanjung Perak maupun pelabuhan di Gresik tercatat naik signifikan pada kurun waktu 22–26 Juni 2026.

Beberapa titik SPBU yang sempat menjadi perhatian utama meliputi:

SPBU Tol Surabaya-Gempol KM 26

SPBU Tambak Osowilangun

SPBU Tambak Langon

SPBU Kebomas Gresik

READ  Narapidana Nusakambangan Dapat Pelatihan Olah FABA dari PLN

Selain faktor aktivitas logistik, peningkatan konsumsi BBM di Jatim ini juga dipicu oleh momentum libur sekolah yang mendorong tingginya mobilitas masyarakat via jalur darat, laut, maupun udara.

Strategi Pertamina: Alih Suplai Dua Kali Lipat & Operasional 24 Jam
Guna mengurai antrean dan mempercepat pemulihan keadaan, Pertamina Patra Niaga langsung menerapkan sejumlah strategi taktis di lapangan.

Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, memaparkan bahwa pihaknya memaksimalkan armada mobil tangki dengan skala prioritas tinggi dan menambah jam operasional selama 24 jam penuh.

“Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point dan juga alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran. Alih suplai dilaksanakan dua kali lipat sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat,” jelas Iwan.

Manajemen Antrean dan Jaminan Stok Aman
Di sisi kenyamanan jalan, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, memastikan pengelolaan antrean di area SPBU diatur ketat agar tidak mengganggu arus lalu lintas umum. Pertamina mengoptimalkan petugas marshall SPBU serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas setempat.

“Pertamina terus melakukan monitoring ketersediaan produk BBM di seluruh SPBU dan menerapkan early warning system pada saat ada lonjakan permintaan,” kata Ahad.

Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh stok produk BBM di wilayah Jawa Timur, baik di SPBU maupun Terminal BBM, dalam posisi yang aman dan terjaga.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi dan informasi yang beredar, dan juga tetap bijak menggunakan energi sesuai dengan kewajaran dan kebutuhan,” pungkas Ahad.

READ  Putra Bungsu Khofifah, Ali Mannagali, Jadi Pusat Perhatian di Pesta Rakyat HUT RI

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan kendala terkait layanan produk, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (CSY)