Umum

Surabaya Printing Expo Siap Digelar, Libatkan 153 Perusahaan dan Targetkan 15.000 Pengunjung

400
×

Surabaya Printing Expo Siap Digelar, Libatkan 153 Perusahaan dan Targetkan 15.000 Pengunjung

Sebarkan artikel ini
KREATIF: Konferesi pers Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 di Grand City Mall and Convex Surabaya, Jumat (3/7/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Industri percetakan di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan yang positif seiring pertumbuhan sektor manufaktur, industri kemasan, serta ekonomi kreatif di wilayah Indonesia Timur.

Meningkatnya kebutuhan akan kemasan produk, label, media promosi, dan layanan digital printing mendorong pelaku industri untuk berinvestasi pada teknologi percetakan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Didukung transformasi digital melalui program Making Indonesia 4.0 serta pertumbuhan sektor UMKM dan e-commerce, Jawa Timur menjadi salah satu pasar strategis bagi perkembangan industri percetakan nasional.

Untuk mendukung pertumbuhan industri tersebut, Krista Exhibitions Group kembali menghadirkan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026.

SPE 2026 adalah pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur yang memasuki penyelenggaraan ke-19.

Pameran akan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention Center, Surabaya.

SPE 2026 akan menampilkan berbagai inovasi teknologi, mesin, peralatan, material, serta solusi percetakan terkini dari pelaku industri dalam dan luar negeri.

Kehadiran SPE 2026 diharapkan menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen, distributor, pelaku usaha, desainer, hingga profesional industri untuk memperluas jejaring bisnis, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong pertumbuhan industri percetakan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan, penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026 diharapkan menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi percetakan terkini, menawarkan solusi produksi yang lebih inovatif dan berdaya saing.

“Juga untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Daud D Salim dalam konferensi pers di Grand City Mall and Convex, Surabaya, Jumat (3/7/2026).

Pameran Surabaya Printing Expo 2026 tahun ini akan menghadirkan lebih dari 153 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM, dan menargetkan 15.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan.

READ  Indonesia Perkuat Investasi, Hilirisasi, dan Perluasan Akses Pasar Global untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Pameran ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi, dunia usaha, dan para pelaku industri untuk bersama-sama mendorong percepatan transformasi sektor percetakan nasional.

Pengunjung akan disuguhi pengalaman langsung melihat beragam teknologi mesin cetak mutakhir mulai dari digital printing, offset printing, hingga teknologi cetak masa depan seperti pencetakan 3D printing, UV printing, dan web-based printing system yang kini semakin canggih, cepat, dan hemat biaya.

Seluruh inovasi tersebut dipamerkan oleh berbagai merek ternama dari dalam dan luar negeri, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana industri percetakan bergerak menuju era digital dan otomatisasi.

Pameran SPE 2026 mendapat dukungan dari PPGI – Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, asosiasi yang menaungi sekitar 600 perusahaan grafika yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia.

Dukungan tersebut semakin memperkuat posisi SPE 2026 sebagai salah satu ajang strategis bagi perkembangan industri percetakan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Sebagai bagian dari rangkaian SPE 2026, penyelenggara tidak hanya menghadirkan pameran teknologi dan produk unggulan, tetapi juga berbagai seminar dan workshop yang melibatkan praktisi industri, akademisi, serta pelaku usaha.

Program acara ini dirancang untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi digital di industri percetakan, hingga inovasi yang mendukung daya saing dan pertumbuhan bisnis.

Melalui acara ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong perkembangan usaha di era digital.

Dalam rangkaian SPE 2026, akan diselenggarakan seminar dan workshop inspiratif yang ditujukan bagi pelaku UMKM, pelaku industri kreatif, desainer, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Seminar bertajuk “Dari Ide ke Merchandise: Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif” akan membahas pemanfaatan teknologi AI dalam menciptakan desain merchandise yang inovatif, mempercepat proses kreatif, serta meningkatkan efisiensi pengembangan produk.

READ  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Jumat, 5 Juni 2026, Antam Turun Paling Banyak

Seminar mengangkat tema “Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk”, yang akan mengupas strategi membangun daya saing UMKM melalui inovasi bisnis kreatif, penguatan branding, serta pengembangan kemasan produk yang menarik dan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar.

Kesuksesan SPE 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai kementerian, asosiasi dan institusi.

Di antaranya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya, Kadin Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya, PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia) serta Asperapi (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia). (opi)