Keuangan

Intermediasi Perbankan Jawa Timur Tumbuh Stabil, Kredit Tembus Rp 628,02 Triliun, Sektor Pertanian Tumbuh Paling Tinggi

1
×

Intermediasi Perbankan Jawa Timur Tumbuh Stabil, Kredit Tembus Rp 628,02 Triliun, Sektor Pertanian Tumbuh Paling Tinggi

Sebarkan artikel ini
KOORDINASI: Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran menjelaskan mengenai kinerja perbankan di acara Media Briefing Triwulan II/2026 digelar di Kantor OJK Provinsi Jatim, Senin (22/6/2026). (NOFILAWATI ANISA)

INVESTORBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah Media Briefing Triwulan II/2026.

Agenda rutin tiga bulanan itu digelar di Kantor OJK Jawa Timur, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Senin (22/6/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Media briefing ini juga melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Timur.

Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran menjelaskan, secara year on year (yoy), intermediasi perbankan Jawa Timur per April 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif yang stabil dengan risiko yang tetap terkendali.

“Kredit tumbuh sebesar 2,87 persen dengan nominal Rp 628,02 triliun. Posisi yang sama tahun lalu masih di kisaran Rp 610,49 triliun. Ada pertumbuhan sekitar Rp 17,53 triliun,” ungkap Horas mengawali presentasinya.

Ia melanjutkan, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 840,77 triliun. “Penghimpunan DPK tumbuh sebesar 5,78 persen,” sambungnya.

Lebih jauh Horas mengungkap, permodalan dinilai kuat dengan CAR sebesar 32,92 persen dan risiko kredit terkendali dengan rasio NPL (gross) terjaga di angka 3,72 persen.

Rasio likuiditas bank umum yang berkantor pusat di Jatim yang diukur dengan rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 29,13 persen dan AL NCD sebesar 135,70 persen. “Keduanya terjaga dengan baik di atas threshold,” ungkapnya.

Horas menyebut, berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit di Jawa Timur masih didominasi oleh tiga sektor utama.

Pertama adalah sektor Rumah Tangga dengan share terbesar, yakni sebesar 30,54 persen atau dengan nominal Rp 191,80 triliun.

“Kredit sektor Rumah Tangga per April 2026 tumbuh 5,25 persen dengan NPL 2,65 persen,” ujarnya.

READ  Perkuat Kerja Sama Bilateral, Ini Yang Dilakukan Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia

Kedua adalah sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan share sebesar 24,98 persen atau jika dinominalkan sebesar Rp 156,90 triliun.

“Penyaluran kredit di sektor Perdagangan Besar dan Eceran terkontraksi 1,47 persen dengan NPL 6,24 persen,” jelasnya.

Ketiga adalah sektor Industri Pengolahan dengan share sebesar 19,30 atau jika dinominalkan Rp 121,21 triliun.

“Kredit di sektor Industri Pengolahan juga terkontraksi 0,51 persen dengan NPL sebesar 1,91 persen,” katanya.

Horas mengungkap jika kredit di sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan pada periode April 2026 mencatat pertumbuhan paling tinggi bila dibandingkan yang lainnya.

“Kontribusinya (sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan, Red) memang di posisi empat dengan nominal Rp 51,12 triliun dengan share sekitar 8,14 persen. Namun secara pertumbuhan, capaiannya tertinggi, mencapai 8,33 persen,” tegasnya.

Sedangkan sektor Kontruksi berada di posisi lima dengan kontribusi 3,67 persen atau bila dinominalkan Rp 23,02 triliun.

“Kredit Kontruksi juga terkontraksi tipis, yakni 0,93 persen dengan NPL 3,31 persen,” imbuhnya. (awa)