Umum

Pelatihan Japfa for Kids Digelar di Paciran Lamongan, Ratusan Murid dan Guru Antusias Berpartisipasi

1
×

Pelatihan Japfa for Kids Digelar di Paciran Lamongan, Ratusan Murid dan Guru Antusias Berpartisipasi

Sebarkan artikel ini
SIMAK: Belasan guru sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Paciran, Lamongan, mengikuti kegiatan Pelatihan Japfa for Kids 2026 yang digelar di aula SDN Kamentren, Rabu (20/5/2026). (AWA)

INVESTORBISNIS.COM – Belasan guru sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Paciran, Lamongan, mengikuti kegiatan Pelatihan Japfa for Kids 2026 yang digelar di aula SDN Kamentren, Rabu (20/5/2026).

Delapan sekolah itu adalah yakni MIS Mu’awanah, MIS Mambaul Ma’Arif, MIS Muh. 07 Sidokelar, MIS Muh. 10 Tlogosadang, MIS Tarbiyatus Shibyan, SDN Kemantren, SDN Sidokelar, dan SDN Tlogosadang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala SDN Kemantren, Musri menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan program Pelatihan Japfa for Kids tersebut.

Menurut dia, bantuan asupan protein tambahan sangat dibutuhkan siswa untuk menunjang kesehatan dan pertumbuhan mereka.

“Selama ini sumber protein anak-anak lebih banyak dari ikan. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut karena sangat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak,” ungkapnya.

Musri menjelaskan, SDN Kemantren memiliki total 153 siswa. Namun sasaran program difokuskan kepada 117 siswa kelas 1 hingga kelas 5. “Untuk saat ini memang hanya siswa Kelas 1-5 karena kelas 6 sudah mau lulus sehingga tidak kita libatkan,” terangnya.

Saat ini pihak sekolah juga telah melakukan pendataan tinggi badan sebagai bagian dari pemantauan kondisi gizi siswa.

Antusiasme terhadap program tersebut juga datang dari para siswa. Salah Hafsa Thalia Qurani. Murid kelas 2 SDN Kamentren ini mengaku selama ini lebih sering makan ikan daripada telur.

“(Makan telur, Red) jarang karena Bunda masaknya ikan. Kadang dapat telur dari MBG (Makan Bergizi Gratis),” kata Hafsa.

Rasa senang juga disampaikan Adibah Qotrunada. Siswa kelas 4 MIS Mu’awanah ini akan menggoreng sendiri telur yang akan didapatnya dari Japfa.

“Mau saya bikin telur ceplok terus dimakan pakai nasi hangat,” katanya malu-malu.

READ  Dari Bisnis Perawatan Pria, Gilang Juragan 99 Bangun Ekosistem Balap Indonesia

Dukungan juga disampaikan oleh Camat Paciran, Teguh Bagio. Ia menyebut jika kegiatan Japfa for Kids sebagai bentuk kegiatan yang bisa dikolaborasikan dengan program kecamatan Paciran, yaitu pendidikan dan kesehatan untuk menwujudkan anak-anak Lamongan yang sehat dan cerdas.

“Target dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat tinggi. Kita terus terang tidak bisa bekerja sendiri, dan bantuan swasta seperti dari Japfa ini sangat penting dan bermafatan,” kata Teguh.

Head of Social Investment Japfa, Retno Artsanti mengungkapkan, Japfa for Kids merupakan program sosial Japfa yang bertujuan untuk menurunkan malagizi (gizi buruk dan gizi kurang).

Lalu, mendorong pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa.

“Sasaran utama program Japfa for Kids adalah siswa usia sekolah dasar yang berada di sekitar unit operasional Japfa,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya Japfa for Kids menerapkan prinsip sharing contribution.

“Artinya bahwa Japfa hadir tidak sebagai donatur, melainkan sebagai mitra yang mengajak sekolah, guru, orang tua, puskesmas, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja sama dan berkontribusi aktif dalam mencapai tujuan Bersama,” jelas Retno.

Program Japfa for Kids sendiri telah berjalan selama 18 tahun dan terus menunjukkan dampak positif terhadap perbaikan status gizi anak di Indonesia.

Data Japfa menyebutkan, dari hasil program ini pada tahun 2025 sebanyak 646 dari 1.034 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau setara 62,5 persen.

Sementara pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa atau sekitar 51,5 persen juga mengalami peningkatan status gizi menjadi lebih baik.

Data tersebut sejalan dengan tantangan gizi nasional yang masih dihadapi Indonesia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 11 persen anak usia 5-12 tahun masih masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

READ  Bahlil Ungkap Rusia Siap Suplai Minyak dan LPG untuk Perkuat Energi RI

Retno melanjutkan, program Japfa for Kids dirancang secara terintegrasi agar dampaknya dapat terukur secara berkelanjutan.

Salah satu intervensi utama dilakukan melalui pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan kepada siswa dengan kondisi malagizi.

Selain itu, Japfa juga melakukan pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital.

“Program ini dirancang agar dampaknya dapat terukur secara konsisten, termasuk melalui monitoring berkala terhadap perkembangan status gizi siswa,” ujar Retno.

Tak hanya fokus pada pemberian makanan bergizi, program ini juga mencakup edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, hingga pembiasaan pola hidup sehat melalui kegiatan Hari Sehat JAPFA.

Hingga 2025, Japfa for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia.

Di Jawa Timur, pelaksanaan program di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan sekitar 150 guru dari delapan sekolah dasar dan MI.

Ditambahkan Retno, strategi program Japfa for Kids yakni memberikan asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan kepada anak dengan status malagizi, sebagai upaya untuk menurunkan angka malagizi.

Lalu, melakukan monitoring berat badan dan tinggi badan (BB/TB) seluruh siswa di sekolah dampingan setiap bulan melalui aplikasi Japfa for Kids.

“Serta menumbuhkan Empat Pilar Gizi Seimbang melalui pembiasaan perilaku sehat dengan pelaksanaan Hari Sehat Japfa dengan tujuan untuk pembiasaan hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (awa)