Investasi

Pencapaian Tambang Pani dan Kinerja Nikel Tegaskan Peran Strategis Merdeka Copper dalam Rantai Pasok Energi Global

340
×

Pencapaian Tambang Pani dan Kinerja Nikel Tegaskan Peran Strategis Merdeka Copper dalam Rantai Pasok Energi Global

Sebarkan artikel ini
SIBUK: MDKA mencapai tonggak penting di Tambang Emas Pani dengan keberhasilan first gold pour pada Februari 2026, diikuti penjualan perdana pada Maret 2026. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat awal tahun 2026 dengan pencapaian operasional strategis dan peningkatan signifikan dalam efisiensi biaya, yang secara kolektif memperkuat margin profitabilitas dan fondasi bisnis jangka panjangnya.

Melalui anak usahanya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), MDKA mencapai tonggak penting di Tambang Emas Pani dengan keberhasilan first gold pour pada Februari 2026, diikuti penjualan perdana pada Maret 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pada kuartal I/2026, Pani mencatat produksi 1.818 ounces dan penjualan pertama 516 ounces, sebagai langkah awal menuju target 100.000–115.000 ounces sepanjang 2026.

Sejalan dengan strategi pertumbuhan, EMAS juga telah mengajukan Form A1 ke Bursa Efek Hong Kong untuk memperluas akses pendanaan global.

Di sektor nikel, anak perusahaan MDKA yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), berhasil mencatat kinerja yang baik dengan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan melalui produksi bijih di tambangnya yang meningkat tajam (saprolit naik 72 persen YoY, limonit naik 195 persen YoY).

MDKA menargetkan 100 persen pasokan saprolit yang berasal dari tambang nikel di Konawe ini untuk mendukung smelter RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace), sehingga meningkatkan efisiensi dan margin.

Selain itu, konstruksi fasilitas HPAL (High-Pressure Acid Leach) PT SLNC telah mencapai 95 persen, sementara pabrik AIM mencatat output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada kuartal I/2026, memperkuat rantai nilai hilirisasi nikel perusahaan.

Di sisi lain, MDKA terus meningkatkan pertumbuhan Proyek Tembaga Tujuh Bukit sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.

Pada kuartal I/2026, proyek ini memasuki tahap finalisasi studi kelayakan menuju kesiapan eksekusi, dengan pengujian metalurgi dan optimasi desain tambang yang terus dilakukan untuk meningkatkan perolehan dan efisiensi biaya serta memperkuat nilai ekonominya.

READ  Gerai Lego Terbesar di Asia Tenggara Dibuka di Jakarta, Ada Koleksi Komodo, Becak hingga Peta Indonesia

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat peningkatan yang signifikan. Cash Cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64 persen QoQ menjadi USD 685 per ounce.

Sementara margin meningkat 130 persen QoQ menjadi USD 4,156 per ounce, didukung harga emas yang kuat.

Di bisnis nikel, margin NPI (Nickel Pig Iron) meningkat 76 persen QoQ menjadi USD 3,982 per ton, mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi operasional dan optimalisasi biaya.

Di sisi keberlanjutan, perusahaan mempertahankan peringkat MSCI ESG “A” selama tiga tahun berturut-turut, memperkuat kepercayaan investor.

“Kami membangun platform pertumbuhan terintegrasi, dengan emas sebagai penghasil arus kas dan nikel sebagai motor masa depan. Pencapaian di Pani dan kinerja nikel menegaskan peran strategis Perseroan dalam rantai pasok energi global,” ujar Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro dikutip Jumat (1/5/2026).

Dengan kombinasi pencapaian operasional dan penguatan struktur keuangan, MDKA berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan sebagai perusahaan tambang terdiversifikasi dengan rantai nilai terintegrasi. (NMD)