Bisnis

Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah Indonesia ke Jerman Capai USD 243 Juta, Melonjak 175 Persen

342
×

Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah Indonesia ke Jerman Capai USD 243 Juta, Melonjak 175 Persen

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Rempah-rempah Indonesia menjadi salah satu komoditas andalan di pasar global, termasuk di Eropa. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Indonesia dan Jerman merupakan dua negara yang memiliki peran penting di kawasannya masing-masing.

Jerman yang menjadi kekuatan ekonomi besar di Uni Eropa, Indonesia juga merupakan salah satu penggerak utama yang berpengaruh di Asia Tenggara.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam acara ‘Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership’ yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

“Mengingat hal tersebut, Indonesia dan Jerman akan terus saling memandang sebagai mitra strategis prioritas di kedua kawasan. Oleh karena itu, kedua negara perlu terus melanjutkan hubungan secara lebih erat dan mencari langkah kolaboratif untuk meningkatkan perdagangan dua arah demi kemajuan bersama,” ujar Roro.

Roro menerangkan, Jerman merupakan salah satu mitra strategis utama Indonesia.

Untuk lebih memperkuat kemitraan, Indonesia mendirikan dua kantor perwakilan perdagangan utama di Jerman, yaitu Atase Perdagangan di Berlin dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Hamburg.

Terkait ekspor, industri mesin cetak Indonesia telah menjadi landasan bagi kemitraan ini dengan nilai ekspor ke Jerman mencapai lebih dari USD 281 juta pada 2025.

Lalu, ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah Indonesia ke Jerman juga meningkat secara signifikan, mencapai USD 243 juta dengan pertumbuhan 175 persen.

Di sisi lain, pipa dan tabung baja Jerman menjadi produk ekspor utama ke Indonesia pada 2025 yang nilainya mencapai USD 215 juta dan tumbuh sebesar 225 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa struktur perdagangan total Indonesia-Jerman menunjukkan bahwa industri kedua negara saling melengkapi.

“Dengan memanfaatkan momentum ini, sudah seharusnya kita meningkatkan kerja sama perdagangan lebih lanjut, termasuk melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang saat ini telah memasuki tahap akhir peninjauan hukum. Kami optimistis proses ini akan selesai sesuai jadwal, dapat ditandatangani pada akhir 2026, dan mulai diterapkan pada awal 2027,” tegas Roro.

READ  Citi Indonesia cetak laba bersih Rp1,3 triliun pada kuartal II 2025

Lebih lanjut Roro memaparkan, I-EU CEPA turut memberikan kepastian hukum dan insentif strategis untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, serta sektor industri hijau, sekaligus memastikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengakses peluang pasar yang lebih luas.

Dengan adanya I-EU CEPA, juga menjadi peluang bagi pelaku bisnis Jerman memperkuat kolaborasi di sektor energi, bahan baku, dan industri hijau, serta mengoptimalkan potensi pasar Indonesia melalui berbagai fasilitas yang tersedia.

Kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman kini telah merambah ke sektor ekspor jasa profesional.

Hal ini ditandai oleh kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran dalam menempatkan 4.000 tenaga kerja profesional Indonesia di Jerman pada sektor perhotelan, ritel, dan kesehatan.

“Inisiatif yang merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Bersama untuk Jasa Profesional di Berlin ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama kedua negara telah bertransformasi menjadi kemitraan komprehensif yang mencakup kerja sama mobilitas talenta dan pengembangan modal manusia,” ujar Roro.

Anggota German Bundestag, Thomas Bareiß menyampaikan, Indonesia dan Jerman memiliki hubungan kuat yang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun.

Hubungan ini didasarkan pada rasa saling percaya, kepentingan ekonomi bersama, dan pertukaran antarmasyarakat.

“Terdapat sekitar 300 perusahaan Jerman yang saat ini beroperasi di Indonesia, mulai dari skala kecil dan menengah hingga perusahaan besar. Dengan hadirnya I-EU CEPA nanti, kami yakin hubungan perdagangan dan investasi kedua negara makin kuat dan terus bertumbuh,” imbuhnya.

Total perdagangan Indonesia-Jerman pada periode Januari—Februari 2026 tercatat sebesar USD 860,6 juta.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Jerman sebesar USD 331,1 juta. Sedangkan impor Indonesia dari Jerman sebesar USD 529,5 juta. (YEJ)