BisnisHeadline

Tumbuh Single Digit, Industri TPT Nasional Hadapi Tiga Tantangan Besar

366
×

Tumbuh Single Digit, Industri TPT Nasional Hadapi Tiga Tantangan Besar

Sebarkan artikel ini
TOKO TEKSTIL: Sektor TPT menyerap tenaga kerja sebanyak 3,96 juta orang atau sekitar 19,48 persen dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan. (SD)

INVESTORBISNIS.COM – Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran Indo Intertex-Inatex 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pameran ini menjadi ajang penting bagi pelaku industri untuk memperluas jejaring bisnis, investasi, dan adopsi teknologi.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan pertumbuhan mencapai 5,11 persen pada tahun 2025.

“Sektor industri pengolahan bahkan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir,” ungkapnya pada pembukaan pameran Indo Intertex-Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Agus juga menegaskan jika sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta mendominasi ekspor hingga 84,89 persen dari total nilai ekspor nasional.

“Sektor ini (TPT, Red) telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,31 juta orang, yang menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian nasional,” ujarnya.

Menurut Agus, di tengah tantangan global, kinerja industri manufaktur tetap menunjukkan ketahanan.

Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Maret 2026 yang berada di level 51,86 atau masih berada pada fase ekspansi.

Khusus untuk industri TPT, sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan single digit, tepatnya sebesar 3,55 persen (year-on-year), dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar serta surplus sebesar USD 3,45 miliar. “Terutama disumbang oleh ekspor pakaian jadi,” kata Agus.

Sementara itu, dari sisi investasi, sektor industri TPTP mampu menarik investasi sebesar Rp 20,23 triliun.

Sektor TPT juga menyerap tenaga kerja sebanyak 3,96 juta orang atau sekitar 19,48 persen dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan.

READ  ASDP Antisipasi Lonjakan Pemudik 10 Persen di Lintasan Ketapang–Gilimanuk

“Dari kinerja tersebut, industri TPT juga mencerminkan masih terjaganya kepercayaan dari pihak investor untuk membawa investasinya ke Indonesia di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global saat ini,” ungkapnya.

Namun demikian, Agus mengakui bahwa industri TPT masih menghadapi sedikitnya tiga tantangan besar, seperti kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, serta dinamika permintaan pasar internasional.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha untuk merumuskan langkah antisipatif yang tepat dan terukur.

“Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional, perubahan struktur rantai pasok, serta kebijakan negara-negara mitra dagang,” ujar Agus. (XFQ)