EkonomiHeadline

Capai 8.743 GWh, Produksi EBT Pertamina Perkuat Ketahanan Listrik di Tengah Gejolak Energi Global

232
×

Capai 8.743 GWh, Produksi EBT Pertamina Perkuat Ketahanan Listrik di Tengah Gejolak Energi Global

Sebarkan artikel ini
ENERGI BERSIH: PLTP Kamojang menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengembangkan energi panas bumi, sebagai sumber listrik bersih yang terintegrasi dalam sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transisi energi dan pemanfaatan listrik.

Percepatan ini untuk meningkatkan produksi energi bersih yang mendukung kelistrikan nasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Di tengah dinamika energi global yang ditandai fluktuasi harga, ketidakpastian pasokan, serta tuntutan penurunan emisi, penguatan bauran energi nasional menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.

Hingga 2025, produksi listrik bersih Pertamina telah mencapai 8.743 GWh. Capaian ini sebagai bagian dari komitmen pengembangan bisnis rendah karbon di lingkungan Pertamina Group.

Energi tersebut dikontribusikan dari pembangkit listrik bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 3,1 GW.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan, Pertamina terus memperkuat pengembangan energi bersih sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

“Di tengah dinamika energi global yang sangat dinamis, pengembangan energi baru terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Baron, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, diversifikasi energi melalui EBT juga menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terhadap volatilitas pasar global.

“Inisiatif ini tidak hanya mendukung target transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap fluktuasi harga dan pasokan energi global,” imbuhnya.

Berbagai inisiatif tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to power dengan kapasitas sebesar 1.772 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 55,3 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebesar 727 MW.

Program DEB Pertamina mendorong kemandirian energi dengan pemanfaatan panel surya dan turbin angin di Uma Palak Lestari, Gianyar, guna mendukung pertanian dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

READ  Mudik 2026: 6 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis!

Selain itu, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).

Hingga kini, telah dibangun 252 DEB di seluruh Indonesia dengan pemanfaatan energi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

“Melalui pengembangan EBT hingga ke tingkat desa, Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Baron. (ERG)